TANAH DATAR, KP — Personel TNI dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terus mengebut pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah titik terdampak bencana di Sumatera Barat. Berdasarkan pantauan lapangan pada Jumat (30/1), pengerjaan fisik menunjukkan progres signifikan di beberapa wilayah, mulai dari pemasangan tiang pancang hingga tahap penyelesaian akhir (finishing).
Di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan huntara tersebar di dua lokasi utama. Di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, struktur bangunan telah memasuki tahap pemasangan tiang pancang.
Sementara itu, di Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, progres pengerjaan hampir rampung dengan atap dan rangka yang sudah berdiri kokoh, menyisakan pemasangan pintu, jendela, serta penataan area unit.
Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan penuh agar warga terdampak tidak terlalu lama berada di pengungsian dan bisa segera memulihkan aktivitas ekonomi mereka.
“TNI akan bekerja maksimal dan secepatnya kami selesaikan agar warga yang terdampak bencana bisa segera menempati hunian sementara tersebut,” ujar Letkol Inf Agus Priyo di sela-sela pemantauan lokasi.
Aksi serupa juga terlihat di kawasan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Di lokasi ini, personel TNI tidak hanya fokus pada bangunan utama, tetapi juga memastikan ketersediaan fasilitas sanitasi. Saat ini, telah tersedia dua bak penampungan air bersih serta lima bilik toilet dan kamar mandi umum guna menjamin kelayakan hidup para penyintas.
Kondisi berbeda terpantau di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Di wilayah ini, personel TNI bersama warga setempat bahu-membahu memasang tiang pancang dan kerangka hunian. Tantangan geografis dan akses yang sulit dijangkau menjadi kendala utama dalam mobilisasi material bangunan menuju lokasi tersebut.
Meski terkendala aksesitas, pemerintah bersama TNI berkomitmen memastikan setiap unit huntara yang dibangun memenuhi standar keamanan dan kelayakan. Upaya ini merupakan solusi jangka pendek yang mendesak sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian tetap (huntap) yang sedang dipersiapkan secara bertahap oleh pemerintah pusat dan daerah. (ak/*)