PADANG, KP — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pembersihan sedimen dan sampah pascabanjir besar yang merusak berbagai infrastruktur kota. Kepala Dinas PUPR Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan sejak hari pertama bencana pihaknya langsung menerjunkan tim tanggap darurat beserta alat berat.
“Sejak hari pertama bencana, kami sudah mengirimkan ekskavator untuk membersihkan sedimen dan sampah. Hingga saat ini, 16 alat berat telah bekerja di titik-titik terdampak dan 12 unit lagi dalam proses pengiriman,” ujarnya, Senin (1/12).
Jumlah alat berat bersifat dinamis sesuai kebutuhan lapangan. PUPR juga bekerja sama dengan pihak swasta, BUMN, perguruan tinggi, BWS V, dan PSDA Sumbar untuk mempercepat penanganan.
Selain alat berat, PUPR mengerahkan 100 petugas manual untuk menjangkau kawasan padat penduduk dan rumah warga yang tidak bisa ditangani mesin. PUPR juga membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) beranggotakan 15 orang untuk membantu pengangkatan sedimen hingga tingkat kelurahan.
Dalam pemulihan layanan dasar, PUPR bekerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Padang dan Balai BPPKS Kementerian PUPR menyediakan akses air bersih bagi warga terdampak. Hingga Minggu (30/11/2025), tersedia 26 hidran umum di 21 lokasi, dan ditargetkan bertambah menjadi 58 titik. PUPR juga menyalurkan 4 WC portable dan 2 septic tank untuk Pondok Pesantren MTI Batang Kabung.
Sejumlah lokasi menjadi prioritas pembersihan, di antaranya Graha 3 Sungai Lareh, Gurun Laweh, Batu Gadang, Guo, Lubuk Buaya, Batu Busuk, SMAN 12, Intake PDAM, Kampung Lapai, Air Dingin, hingga Batang Kabung Ganting. “Kami bekerja siang dan malam. Harapan kita aktivitas masyarakat segera kembali normal,” tegas Tri. (*/nda)