Home » Rendang Jadi Jembatan Silaturahmi Padang–Melaka

Rendang Jadi Jembatan Silaturahmi Padang–Melaka

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Wali Kota Padang Fadly Amran mendampingi Gubernur Melaka Tun Seri Setia Dr Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam beserta rombongan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) berkunjung ke Sentra Rendang Kota Padang, Sabtu (9/8). Kunjungan ini menjadi bagian rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-356.

Rombongan disambut para pelaku usaha yang tergabung di Sentra Rendang. Mereka diajak melihat proses pembuatan rendang, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga pengemasan untuk pemasaran. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ajang promosi kuliner khas Minangkabau kepada tamu kehormatan dari negeri jiran.

Menurut Fadly, kunjungan ini diharapkan mempererat hubungan persaudaraan Padang dan Melaka, khususnya melalui diplomasi kebudayaan dan kuliner. “Rendang adalah identitas Kota Padang yang mendunia. Dengan kunjungan ini, kita ingin menjadikan rendang sebagai media memperkuat silaturahmi dan kerja sama lintas negara,” ujarnya.

Tun Seri Setia Dr Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam mengaku terkesan dengan cita rasa rendang dan keramahan masyarakat Padang. Pengalaman langsung marandang (memasak rendang) disebutnya menjadi kenangan berharga untuk dibawa pulang. Ia berharap, kolaborasi kuliner dan pariwisata antara Padang dan Melaka dapat diperluas.

Kegiatan di Sentra Rendang ditutup dengan makan bersama, di mana para tamu kehormatan menikmati rendang serta aneka kuliner khas Minang lainnya.
Di tempat yang sama Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati, mengatakan jumlah rendang yang dimasak disesuaikan dengan usia kota, yakni 356 kilogram. Kegiatan ini melibatkan para chef Kota Padang yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA).

“Kita kedatangan tamu istimewa, di antaranya ahli kuliner Sevilian Mungso, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, tamu dari Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), dan nanti juga hadir Kapolda bersama rombongan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI),” ujar Rina.

Rendang yang dimasak dibagikan sebagai oleh-oleh kepada para tamu, mulai dari peserta Indonesia Creative Cities Network (ICCN), tamu DMDI, hingga rombongan IMBI. Bagi tamu dari luar daerah, rendang menjadi buah tangan istimewa yang bisa langsung dinikmati maupun dibawa pulang.

Bagi yang ingin membeli lebih banyak, tersedia pula rendang di outlet Dekranasda yang menjual produk IKM, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif Kota Padang. “Rendang dipilih sebagai oleh-oleh karena sesuai tema Taste of Padang pada HJK kali ini. Di mana pun, orang mengenal Rendang Padang,” jelas Rina.

Ia menambahkan, tradisi marandang menjadi salah satu cara melestarikan rendang kepada generasi berikutnya dan memperkenalkannya kepada tamu. Kegiatan ini juga diharapkan mendukung upaya Kota Padang meraih predikat Kota Kreatif Gastronomi dunia. (*/nda)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?