PADANG, KP – DPRD Provinsi Sumatera Barat menuntaskan rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan mengunjungi 216 tempat ibadah yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Dalam kegiatan tersebut, pimpinan dan anggota DPRD Sumbar juga menyalurkan bantuan pembangunan untuk masjid, musala, dan surau dengan nilai berkisar antara Rp20 juta hingga Rp50 juta.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mengatakan Safari Ramadan merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat hubungan antara lembaga legislatif dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga selama bulan suci Ramadan.
“Safari Ramadan ini menjadi momentum bagi kami di DPRD untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mendengar secara langsung berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Muhidi, melalui kegiatan tersebut para anggota dewan dapat bertemu langsung dengan masyarakat di berbagai daerah, baik di wilayah perkotaan maupun nagari-nagari di pelosok Sumbar.
Ia menjelaskan, dalam setiap kunjungan tim Safari Ramadan juga menyerahkan bantuan pembangunan bagi tempat ibadah yang dikunjungi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan sarana ibadah serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.
Pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini melibatkan seluruh unsur pimpinan DPRD serta anggota dari masing-masing komisi yang dibagi ke dalam sejumlah tim.
Dari total 216 tempat ibadah yang dikunjungi, pimpinan DPRD Sumbar yang berjumlah empat orang mengunjungi 25 lokasi.
Sementara itu, Komisi I mengunjungi 23 tempat ibadah, Komisi II sebanyak 35 lokasi, Komisi III sebanyak 47 lokasi, Komisi IV sebanyak 51 lokasi, dan Komisi V mengunjungi 45 tempat ibadah di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Dalam setiap kunjungan, rombongan DPRD Sumbar juga menghadirkan ulama atau penceramah untuk menyampaikan tausiyah kepada masyarakat menjelang maupun setelah pelaksanaan salat Tarawih berjamaah.
Tim dari Sekretariat DPRD Sumbar turut mendampingi kegiatan tersebut guna memastikan proses administrasi bantuan serta koordinasi di lapangan berjalan dengan baik.
Muhidi berharap kegiatan Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Minangkabau.
“Melalui Safari Ramadan ini kita berharap pembangunan sarana ibadah terus meningkat dan nilai-nilai religius di tengah masyarakat semakin kuat, sejalan dengan falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” pungkasnya. (*)