SOLOK, KP – Pemko Solok terus mengembangkan program unggulan dalam pertanian organik dengan memanfaatkan teknologi pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. Langkah ini tidak hanya mendukung pertanian berkelanjutan tetapi juga mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok Edrizaldi, menyatakan komitmen pemko dalam mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah organik. Salah satu inisiatif utama adalah pengelolaan sampah organik menjadi kompos melalui Rumah Kompos milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok. Program ini awalnya merespons tumpukan sampah organik di TPA yang sebelumnya tidak dikelola secara efektif.
“Kami saat ini sedang fokus pada pengolahan sampah organik dari pasar pagi, dengan rencana mengembangkan program ini untuk sampah rumah tangga selanjutnya,” ujar Edrizaldi, Senin (8/7).
Ia berharap melalui pengelolaan ini, hanya residu yang minim yang akan dibuang ke TPA. Sementara pupuk kompos yang dihasilkan akan digunakan untuk kebutuhan taman di Kota Solok. Dia juga menyoroti kerja sama dengan pihak ketiga yang ahli dalam pengelolaan sampah organik.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Zullkifli, menekankan pentingnya pengembangan pertanian berbasis organik sebagai langkah maju dalam sektor pertanian.
“Kami terus mendukung penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas tanpa bergantung pada bahan kimia yang mahal,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu meningkatkan struktur tanah dan produktivitas pertanian, tetapi juga mendukung upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan bahan pangan yang lebih sehat untuk masyarakat Solok.
“Dengan upaya ini, Pemko Solok berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak serta mencapai pembangunan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi lokal yang ada,” tuturnya.
Pengelolaan pupuk kompos di Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok didukung oleh berbagai sarana dan prasarana seperti mesin pencacah sampah, road roller, trolley sampah, gerobak sampah, dan 20 drum plastik untuk mendukung proses pengolahan sampah organik menjadi kompos yang efisien dan efektif. (van)