SIJUNJUNG, KP – Virus Jembrana menjadi perhatian serius di Kabupaten Sijunjung selama beberapa bulan terakhir, terutama karena dampaknya pada sapi bali yang ada di daerah itu. Penyakit ini hanya menyerang sapi bali dan telah menyebabkan beberapa sapi mati di Kabupaten Sijunjung.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung Ronaldi menjelaskan, virus Jembrana telah menginfeksi sapi di wilayah tersebut, dengan sekitar 15 sapi yang mati akibat virus tersebut.
“Virus ini telah menjangkiti beberapa sapi di Kabupaten Sijunjung, terutama di daerah Kamang. Kemungkinan virus ini dibawa oleh sapi dari luar kabupaten Sijunjung,” katanya, dikutip dari laman resmi Pemkab Sijunjung, Selasa (11/6).
Menurutnya, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit Jembrana antara lain demam dengan suhu badan tinggi, pembengkakan kelenjar limfe yang parah, luka pada selaput lendir mulut, diare berdarah, dan seringnya sapi mengalami berkeringat darah.
“Kesehatan sapi sangat penting terutama menjelang Idul Adha yang akan datang. Oleh karena itu, pencegahan dan pemeriksaan ketat akan kita lakukan,” tambahnya.
Untuk mengatasi situasi ini, Dinas Pertanian telah membentuk tim pemeriksa kesehatan hewan di setiap Puskeswan dan memberikan imbauan kepada peternak untuk membersihkan kandang ternak mereka.
Ronaldi juga mengungkapkan, upaya penanganan virus Jembrana telah memberikan hasil positif, dengan laporan terbaru menunjukkan bahwa tidak ada lagi sapi yang terjangkit virus tersebut.
“Kesehatan sapi sangat penting terutama bagi yang akan dijadikan sebagai hewan kurban. Maka itu, periksaan yang cermat diperlukan,” pungkasnya. (mas)