AROSUKA, KP – Dalam upaya meningkatkan ketertiban dan memberantas penyakit masyarakat (pekat), Wakil Bupati Solok H. Candra menggelar diskusi bersama Polres Solok dan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok.
Diskusi yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Solok, Jumat (16/5) itu dihadiri Kapolres AKBP Agung Pranajaya dan Ketua LKAAM Kabupaten Solok, H. Gusmal Dt. Rajo Lelo.
Selain itu turut dihadir Asisten I Setdakab Solok Syahrial, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Romi Hendrawan, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Armen.
Diskusi membahas langkah konkret dalam mengantisipasi berbagai bentuk penyakit masyarakat yang belakangan kian mengkhawatirkan, khususnya tawuran remaja, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkoba.
Wakil Bupati H. Candra menekankan pentingnya penanganan serius terhadap fenomena pekat yang memengaruhi kehidupan sosial masyarakat. “Kita tidak bisa hanya bergantung pada tindakan represif. Perlu ada sinergi dalam pencegahan melalui pendekatan edukatif, kultural, dan hukum. Kolaborasi dengan tokoh adat dan penegak hukum sangat penting,” ujar Wabup.
Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan tawuran dan peredaran narkoba. Selain itu, Polres Solok juga tengah memperkuat patroli serta melakukan sosialisasi secara intensif di sekolah-sekolah dan nagari-nagari.
Sementara itu, Ketua LKAAM Kabupaten Solok, H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran niniak mamak dan pemangku adat dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang.
Diskusi ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral serta menyusun langkah-langkah preventif berkelanjutan guna menciptakan Kabupaten Solok yang aman, sehat, dan berbudaya. (bus)