SOLOK, KP – Wakil Bupati Solok, H. Candra, menegaskan komitmen pemerintah daerah memerangi penyakit masyarakat saat Safari Ramadan di Surau Gadang Jorong Parumahan, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Sabtu (28/2).
Di hadapan jamaah, Candra menyebut Ramadan harus menjadi momentum memperkuat iman dan memperbaiki perilaku. Ia mengingatkan, dalam ajaran Islam setan dibelenggu selama Ramadan sehingga praktik menyimpang mencerminkan lemahnya komitmen moral manusia. “Ramadan adalah bulan pembinaan diri. Jika masih ada penyakit masyarakat, berarti manusianya yang belum sungguh-sungguh menjaga diri,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemkab Solok tidak akan memberi ruang ataupun bantuan kepada pihak yang terjaring razia dan proses hukum terkait perjudian, narkoba, minuman keras, maupun perilaku menyimpang lainnya. Menurutnya, pemerintah daerah mendukung langkah aparat penegak hukum dalam menciptakan ketertiban sosial.
Selanjutnya, Candra mendorong 74 pemerintahan nagari di Kabupaten Solok memperkuat regulasi melalui Peraturan Nagari (Perna). Ia menilai langkah preventif di tingkat nagari penting untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali falsafah Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” sebagai benteng moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, Candra menanggapi pemberitaan salah satu media daring yang menuding dirinya melindungi pelaku penyakit masyarakat melalui pendekatan restorative justice. Ia menyayangkan pemberitaan tersebut karena dinilai tidak melakukan konfirmasi langsung.
Kegiatan Safari Ramadan itu turut dihadiri Asisten II Bidang Hukum, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bidang Pertanahan, Camat Junjung Sirih, serta pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. (bus)