Wako Erman Safar Realisasikan ‘Visi Hebat’ di Berbagai Sektor

DI tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Bukittinggi, perekonomian mengalami penurunan drastis. Pelaku UMKM kesulitan untuk bangkit. Di tengah situasi ini, pada Februari 2020, Erman Safar dilantik sebagai Walikota Bukittinggi untuk periode 2020-2025.

Erman Safar bersama Pemko Bukittinggi melahirkan Visi Bukittinggi Hebat untuk berbagai sektor yang bertujuan membangkitkan ekonomi masyarakat kecil. Berbagai kebijakan yang dijalankan berhasil memberikan dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat Bukittinggi.

Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemko Bukittinggi membuat terobosan seperti program Tabungan Utsman, bekerjasama dengan BPRS Jam Gadang. Program Tabungan Utsman disambut baik oleh masyarakat. Apresiasi diberikan oleh masyarakat karena program ini dianggap efektif dalam menyediakan permodalan bebas riba sekaligus membangkitkan ekonomi yang terpuruk selama pandemi.

“Untuk tahun 2024 ini, Pemerintah Kota Bukittinggi menganggarkan subsidi sebesar Rp2,5 miliar. Dengan subsidi ini, ditargetkan Tabungan Utsman dapat dimanfaatkan oleh lebih dari 2.200 nasabah,” ujar Walikota Bukittinggi Erman Safar.

Subsidi tersebut memungkinkan pinjaman total Rp16 miliar tanpa riba. “Pembiayaan berbasis syariah ini diharapkan bisa menjadi solusi persoalan permodalan bagi masyarakat Bukittinggi, meningkatkan ekonomi, dan terbebas dari riba dan rentenir,” tambah Erman Safar.

Selain Tabungan Utsman, Pemko Bukittinggi juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Baznas, BUMN, dan perusahaan swasta melalui program CSR. Kolaborasi ini melahirkan program seperti ‘Bang Wako Peduli’ dan ‘Program Bukittinggi Peduli Cerdas Makmur Sehat’.

Sejumlah program ini berhasil menurunkan angka kemiskinan di Bukittinggi selama dua tahun berturut-turut. Pada Maret 2021, angka kemiskinan di Bukittinggi sebesar 5,14 persen, kemudian turun menjadi 4,46 persen pada Maret 2022, dan menjadi 4,11 persen pada Maret 2023.

“Pada tahun 2021, terdapat 6,98 ribu jiwa penduduk miskin di Bukittinggi. Pada tahun 2022 turun menjadi 6,16 ribu jiwa, dan tahun 2023 turun menjadi 5,78 ribu jiwa,” ungkap Erman Safar.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Bukittinggi menjadi salah satu dari 10 kabupaten/kota di Sumbar yang berhasil menekan angka kemiskinan, dengan penurunan terbaik.

Di sektor pendidikan, Pemko Bukittinggi menjalankan berbagai kebijakan seperti subsidi uang komite, tunjangan bagi guru non-PNS, dan memasukkan pelajaran agama dan budaya sebagai muatan lokal. Anggaran sebesar Rp13,5 miliar dari APBD digunakan untuk membantu iuran komite pelajar SMA sederajat dan honor guru non-PNS.

“Bidang pendidikan juga menjadi salah satu prioritas bagi Pemko Bukittinggi. Setiap jenjang pendidikan diberikan program yang berkualitas dan membebaskan warga dari beban keuangan biaya pendidikan,” sebut Erman Safar.

“Tahun 2023, dengan anggaran Rp13,5 miliar, kami membayar uang komite bagi 5.695 pelajar SMA dan SLB serta memberikan insentif dan THR kepada 517 guru non-PNS,” imbuhnya.

Pemko Bukittinggi menargetkan 100 persen generasi muda wajib mendapatkan pendidikan minimal 12 tahun.

“Beban pembangunan biarkan jadi tanggung jawab pemerintah, jangan dibebankan kepada masyarakat,” tegas Erman Safar.

Pemerintah juga memasukkan pembelajaran agama dan budaya dalam muatan lokal, dengan lima materi, yaitu Budaya Alam Minangkabau, Aqidah Akhlak, Fiqh, Bahasa Arab, dan Sejarah Islam. Pemko berkolaborasi dengan ninik mamak dan pemuka agama untuk memastikan materi muatan lokal dapat disampaikan dan diterima dengan baik.

“Dalam pembelajaran BAM, pelajar diberikan materi tentang adat dan budaya Minangkabau, seperti Kato nan Ampek, Sumbang Duo Baleh, Sumbang Duo Puluah, Panitihan, dan lain sebagainya,” papar Erman Safar.

Ia menjelaskan, pada prinsipnya penambahan lima muatan lokal itu bertujuan untuk membekali generasi muda dengan nilai adat dan agama, serta melestarikan kearifan lokal yang akan bermanfaat bagi peserta didik dalam menghadapi masa depan.

Pada sektor pendidikan, Bukittinggi mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai pemerintah daerah yang meningkatkan layanan pendidikan berkualitas melalui Kebijakan Merdeka Belajar.

“Kita bersyukur dan bangga karena Bukittinggi telah terpilih menjadi nominator daerah terbaik dalam tranformasi pembelajaran dalam kebijakan Merdeka Belajar dalam kegiatan Anugrah Merdeka Belajar yang digelar Kemendikbudristek. Bahkan, Kota Bukittinggi menjadi satu-satunya daerah di Sumbar yang mendapatkan penghargaan dari Kemendikbudristek,” pungkas Walikota Erman Safar. *

Related posts

Atasi Sedimentasi Pascabencana, Padang Dorong Keterlibatan Swasta Lewat Izin Tambang

Festival Literasi Padang 2026, Fadly Amran Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas

Jelang Idul Adha, Pemko Padang Siapkan Pemeriksaan 64 Kandang