SOLOK, KP – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Bukit Setan dan Bukit Pincuran Gadang, di Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, sejak tiga hari terakhir. Hingga Rabu malam (23/7), api belum sepenuhnya padam dan terus ditangani oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas dan relawan.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, bersama jajaran Forkopimda, turun langsung ke lokasi kebakaran untuk memantau proses pemadaman dan memberikan dukungan kepada petugas. Medan yang sulit tak menyurutkan langkah mereka hadir di tengah upaya penanggulangan.
“Sampai tengah malam, tim masih berjibaku memadamkan titik api. Semua unsur, dari TNI/Polri, Dishut, Satpol PP, BPBD, PMI, Pramuka Peduli, relawan, hingga warga terus bahu-membahu agar api benar-benar padam,” ujar Ramadhani, Kamis (24/7).
Ia menyebutkan bahwa api kini telah berhasil dikendalikan dan proses pendinginan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan. Pemerintah Kota Solok menjadikan peristiwa ini sebagai perhatian serius, mengingat sebagian lahan pertanian dan hutan di lereng Bukit Barisan telah terdampak.
Menurutnya, kebakaran hutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan hidup daerah.
“Perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan kelalaian manusia menjadikan kebakaran hutan sebagai ancaman nyata. Kita hanya bisa menghadapinya dengan kesiapsiagaan dan solidaritas,” tegas Ramadhani.
Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, digelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Balai Kota Solok. Apel tersebut dipimpin Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad, dan diikuti unsur Forkopimda, OPD, TNI/Polri, BPBD, serta relawan.
Dalam apel tersebut ditekankan bahwa kesiapsiagaan bukanlah formalitas, melainkan bentuk komitmen nyata menghadapi musim kemarau panjang yang dipicu El Nino.
Data hingga pertengahan Juli 2025 mencatat lebih dari 300 hektare lahan telah terbakar di wilayah Sumatera Barat. Kabupaten Solok bahkan sudah menetapkan status tanggap darurat Karhutla sejak 21 Juli, sementara Kota Solok masih dalam tahap siaga.
Kapolres mengimbau pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Ia juga menekankan perlunya peran aktif tokoh adat dan agama dalam menyampaikan pesan bahaya Karhutla.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Solok bersama Satgas Karhutla akan mengintensifkan patroli terpadu, menempatkan personel di titik rawan, mengoptimalkan peralatan pemadaman, serta menggelar kampanye pelarangan membakar hutan dan lahan secara masif. (mas)