LIMAPULUH KTOA, KP — Masyarakat Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota kembali menghidupkan tradisi turun-temurun bantai kerbau atau ‘babangka, Selasa (17/2). Tradisi unik ini digelar sebagai bentuk kesiapan spiritual dan sosial warga setempat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Sejak pagi hari, suasana di sejumlah jorong di Nagari Sialang tampak semarak. Warga dari berbagai kalangan usia berkumpul menyaksikan prosesi penyembelihan kerbau yang telah disiapkan secara swadaya oleh masing-masing pasukuan. Daging hasil sembelihan tersebut kemudian dibagi secara merata kepada anggota kaum dan masyarakat sekitar.
Salah seorang tokoh adat setempat menjelaskan, tradisi babangka bukan sekadar urusan pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan momentum krusial untuk mempererat hubungan antar pasukuan di nagari tersebut. Kebersamaan dalam menyembelih dan berbagi menjadi simbol kuatnya persatuan warga.
“Tradisi bantaian ini sudah ada sejak lama. Kerbau disembelih bersama, lalu dagingnya dibagikan untuk persiapan lauk sahur pertama Ramadhan. Ini menjadi momen kebersamaan seluruh pasukuan,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tradisi ini sarat akan makna religius yang mencerminkan falsafah ‘Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah’.
“Daging yang diperoleh dipastikan sampai ke tangan warga yang membutuhkan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kegembiraan yang sama menjelang puasa,” tuturnya.
Warga menilai tradisi babangka merupakan simbol gotong royong dan rasa syukur atas rezeki selama setahun terakhir. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana penguatan tali silaturahmi agar hati benar-benar bersih sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Masyarakat Nagari Sialang berharap tradisi ini tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya lokal yang kuat di Kecamatan Kapur IX. (dst)