Wawako Bukittinggi Buka Semiloka Metode Tari Syofyani Yusaf bagi Guru

Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis berfoto bersama pada acara pembukaan Semiloka Metode Tari Syofyani Yusaf di Aula Balai Kota, Kamis (29/1).

BUKITTINGGI, KP — Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, secara resmi membuka kegiatan Semiloka Pengajaran Pola Gerak Dasar Tari Metode Syofyani Yusaf bagi guru PAUD, TK, dan SD di Aula Balai Kota Bukittinggi, Kamis (29/1). Langkah strategis ini dilakukan guna menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal secara terstruktur kepada generasi muda sejak usia dini melalui peran tenaga pendidik.

Ibnu Asis memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan semiloka yang bertepatan dengan hari lahir tokoh tari legendaris Sumatera Barat, Syofyani Yusaf. Menurutnya, penggunaan metode Syofyani Yusaf menjadikan seni tari sebagai media pendidikan yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau secara mendalam.

“Kegiatan seperti ini tergolong langka, karena tidak banyak lembaga yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pembinaan generasi hari ini. Melalui kegiatan ini, kita diajarkan untuk mencintai dan menjaga warisan budaya daerah agar tidak tergerus zaman,” ujar Ibnu Asis di hadapan ratusan guru peserta semiloka.

Pemerintah Kota Bukittinggi berharap para guru mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga metode gerak dasar tari yang diajarkan dapat segera diimplementasikan di sekolah masing-masing. Wawako meyakini bahwa penguatan jati diri budaya di tingkat PAUD dan SD akan menjadi benteng bagi generasi muda Bukittinggi dalam menghadapi pengaruh luar.

Semiloka ini menghadirkan panel narasumber lintas negara dan pakar akademisi, di antaranya Prof. Dr. Mohd Anis Md Nor dari *Nusantara Performing Arts Research Center* Kuala Lumpur, Prof. Dr. Fuji Astuti dari Universitas Negeri Padang, Fery Chofa dari LKAAM Bukittinggi, serta praktisi pendidikan Didiek Wahyudi.

“Kita berharap apa yang dilakukan melalui semiloka ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus berinovasi dalam pelestarian budaya. Guru adalah ujung tombak yang akan meneruskan nilai-nilai ini kepada anak-anak kita,” pungkasnya. (edw)

Related posts

Pemko Padang Gandeng MAP Aviation, Buka Peluang Karier Aviasi bagi Pelajar

Pemko Padang Perkuat Pengamanan Aset dan Kepastian Hukum

DPKH Sumbar Dorong Legalitas Usaha, Ratusan Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi Perizinan Gratis