Yudi Indra Syani: Kolaborasi Kunci Pengembangan Ekonomi Kreatif

DISKUSI Pentahelix Roadmap Ekonomi Kreatif yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Padang di Youth Center, Kamis (17/10).

PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk menjawab tantangan dalam pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) dengan memberikan ruang kepada komunitas pelaku ekonomi kreatif dari berbagai sub sektor agar dapat mengembangkan potensinya.

Komitmen ini terungkap dalam diskusi Pentahelix Roadmap Ekonomi Kreatif yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Padang di Youth Center, Kamis (17/10).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menyatakan pihaknya berupaya merangkul seluruh komunitas pelaku Ekraf dari berbagai sub sektor melalui Komite Ekraf Kota Padang.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan diskusi untuk menciptakan peta jalan yang jelas bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kota Padang.

“Dengan duduk bersama dan berdiskusi, kita bisa memunculkan pemikiran yang lebih matang mengenai Roadmap Ekraf yang mampu membawa kemajuan signifikan bagi ekonomi kreatif di Padang,” tegas Yudi.

Yudi juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan gedung Youth Center, sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif, harus lebih dioptimalkan. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat representatif untuk menunjang berbagai kegiatan dari 17 sub sektor Ekraf yang ada.

“Gedung Youth Center sudah sangat representatif. Komunitas tinggal memanfaatkannya untuk menggelar berbagai event, seperti festival dan pameran. Selain membangkitkan ide-ide baru dan produktivitas, acara ini juga bisa menjadi ajang promosi,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, komunitas dari sub sektor musik mengusulkan agar lebih banyak festival musik digital diadakan, mengingat tren musik digital sedang berkembang pesat. Sementara itu, perwakilan dari Komunitas Pemusik Jalanan (KPJ), Doni Kamardi, berpendapat bahwa eksistensi tidak hanya tergantung pada panggung festival. Menurutnya, tampil secara rutin tanpa memandang besar kecilnya acara juga bisa meningkatkan popularitas. “Semakin sering kita tampil dan dikenal, semakin banyak tawaran job yang datang,” ujar Doni.

Doni juga menambahkan bahwa untuk mengubah kreativitas menjadi ekonomi kreatif yang lebih besar, hingga mencapai skala industri, inovasi sangat diperlukan. Inovasi ini bisa datang dari individu maupun komunitas.

“Untuk mengembangkan kreativitas menjadi ekonomi kreatif dan bahkan menjadi industri, inovasi adalah kuncinya,” imbuhnya.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Komite Kreatif Kota Padang, pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta sejumlah komunitas ekonomi kreatif yang ada di Kota Padang. (red)

Related posts

Pencarian Resmi Dihentikan, Dua Pelajar Tenggelam di Padang Belum Ditemukan

DPRD Kabupaten Solok Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Tekankan Perbaikan Kinerja OPD

Tanah Datar–Mandailing Natal Perkuat Kolaborasi Pembangunan Antar Daerah