PADANG, KP — Kenaikan harga berbagai jenis ikan laut di Pasar Raya Padang dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memberatkan konsumen, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan para pedagang. Selain faktor cuaca buruk yang membuat pasokan menurun, pedagang menyebut persaingan yang semakin ketat turut memengaruhi lesunya penjualan.
Muchlis, salah satu pedagang ikan di Pasar Raya Padang, mengatakan pendapatannya turun sejak harga ikan mengalami kenaikan. Jika biasanya dagangannya habis sebelum siang, kini stok justru masih tersisa hingga sore hari.
Baca juga : Harga Beras di Pasar Raya Padang Naik Akibat Distribusi Tersendat
“Biasanya jam 1 sudah habis, sekarang sampai jam 4 ikan masih banyak di meja. Mungkin karena pedagang ikan sekarang juga lebih banyak,” ujarnya, Selasa (9/12).
Ia menambahkan, harga ikan kecil seperti kembung dan tandeman kini tinggi karena stoknya terbatas. Selain cuaca buruk, fase bulan terang turut membuat ikan kecil sulit diperoleh. Kondisi ini menyebabkan pembeli mengurangi jumlah belanja mereka.
“Sekarang bulan terang, anak ikan susah. Orang bagan banyak ke tepi karena hasil sedikit. Pengaruh cuaca juga,” jelas Muchlis.
Kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis ikan. Ikan tongkol naik dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, ikan sisiak dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu, sementara ikan kembung dan tandeman masing-masing naik Rp10 ribu per kilogram.
Baca juga : Upaya Pemulihan Pascabencana di Padang Terus Dapat Dukungan
Para pedagang berharap cuaca segera membaik agar pasokan kembali stabil dan harga bisa turun. “Kalau ikan banyak, kami bisa jual dengan harga normal. Pembeli juga ramai kembali,” kata Muchlis.
Kondisi ini membuat pedagang harus bekerja ekstra menjaga penjualan di tengah harga yang fluktuatif dan jumlah pedagang yang terus bertambah. (pdk)