LIMAPULUH KOTA, KP — Harga jual komoditas tomat di Kabupaten Limapuluh Kota anjlok hingga lebih dari 60 persen dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini membuat petani kesulitan menutup biaya produksi, terutama akibat mahalnya harga pestisida.
Russirwan, petani tomat di Jorong Piladang, Nagari Kototangah Batuhampar, mengatakan harga jual saat ini hanya Rp3.000 per kilogram, turun drastis dari harga sebelumnya yang mencapai Rp7.000 per kilogram.
“Harga anjlok karena jumlah panen petani dari berbagai daerah sangat melimpah, sehingga tomat membanjiri pasaran,” jelas Russirwan, seorang purnawirawan polisi berpangkat AKBP, Jumat (20/11).
Meski harga jual anjlok, ia mengaku tetap akan mengolah lahan. Kondisi ini sedikit tertolong dengan adanya penurunan harga pupuk bersubsidi.
“Beruntung kondisi tidak semakin parah, sebab harga beli pupuk bersubsidi saat ini turun. Ke depan, kami berharap harga jual tomat kembali naik, dan harga pestisida juga turun,” ujarnya.
Russirwan berharap stabilitas harga dapat kembali, agar petani tetap bersemangat mengolah lahan guna meningkatkan ekonomi keluarga dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Hasil pertanian dari Limapuluh Kota dan Payakumbuh biasanya banyak dijual ke luar provinsi, seperti Riau dan Jambi. (dst)