PADANG, KP — Pemerintah Kota Padang akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 104 kelurahan selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dalam rapat koordinasi bersama camat dan lurah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat (BI Sumbar), Senin (23/2).
Menurut Maigus, GPM menjadi langkah strategis untuk menekan inflasi sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang.
“Kita ingin masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Peran lurah sangat penting sebagai ujung tombak agar program ini berjalan efektif di setiap kelurahan,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemko Padang, Bank Indonesia, dan Perum Bulog Wilayah Sumbar, serta dirangkai dengan sosialisasi digitalisasi pembayaran dan edukasi QRIS.
Sementara Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengatakan sinergi lintas lembaga diperlukan untuk menjaga stabilitas harga, terutama saat permintaan pangan meningkat menjelang Lebaran. “Permintaan bahan pokok selalu meningkat saat Ramadan dan Idulfitri. Melalui GPM, kita berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung daya beli masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar, R. Darma Wijaya, memastikan distribusi pangan akan dilakukan langsung melalui kantor kelurahan agar mudah dijangkau masyarakat. “Kami menjual beras Rp12.000 per kilogram, lebih rendah dari HET Rp13.100. Setiap kelurahan juga mendapat alokasi minyak goreng MinyakKita untuk membantu menekan harga di pasaran,” jelasnya. (red)
