Program Desa Devisa, Pemkab Limapuluh Kota Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Gambir

Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang menggandeng Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu dalam upaya peningkatan kesejaheraan petani gambir.

LIMAPULUH KOTA, KP – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya petani gambir, yang merupakan salah satu komoditas unggulan daerah.

Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang menegaskan, hampir 90% produksi gambir untuk kebutuhan ekspor dunia dihasilkan di Kabupaten Limapuluh Kota. Namun, petani gambir belum sepenuhnya menikmati hasil dari tanaman primadona tersebut.

Untuk itu, Pemkab Limapuluh Kota berkomitmen mendorong peningkatan produksi dan hilirisasi gambir melalui kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu).

Hal ini disampaikan Bupati Safni saat berdiskusi dengan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu Sumatera Barat, Syukriah, serta sejumlah Kepala OPD, Camat, dan Wali Nagari penghasil gambir di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu lalu (16/4).

Melalui program Desa Devisa yang digagas Kemenkeu bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bupati Safni berharap dapat mengubah pola pertanian gambir mulai dari pra-tanam hingga hilirisasi produk.

Bupati Safni mengungkapkan, kendala terbesar yang dihadapi petani gambir adalah ketidakpastian pasar akibat ulah tengkulak nakal yang seenaknya menentukan harga.

“Untuk itu, kami berharap Program Desa Devisa dapat diwujudkan demi mendorong produktivitas ekspor dan peningkatan nilai tambah bagi petani gambir,” ucapnya.

Program Desa Devisa diharapkan dapat menjadi solusi untuk menciptakan stabilitas harga, meningkatkan akses pasar, serta memberikan kepastian ekonomi bagi petani gambir.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar, Syukriah menyatakan, Kabupaten Limapuluh Kota memiliki potensi besar untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui komoditas gambir. Dijelaskannya, LPEI akan memberikan pendampingan kepada petani, termasuk modernisasi pertanian gambir, sertifikasi produk, hingga membantu pemasaran ke pasar internasional.

“Jika kita berhasil mewujudkan Desa Devisa, PAD Kabupaten Limapuluh Kota akan meningkat, dan hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambah Syukriah. (dst)

Related posts

Harga Cabai di Padang Anjlok ke Rp18 Ribu, Pasokan Melimpah Tekan Harga Pasar

Pasar Murah Terpadu Tekan Harga, Pemko Padang Jaga Daya Beli Warga

Revitalisasi Pasar Raya Jadi Prioritas, Fadly Amran Tampung Aspirasi KPP