PASAMAN, KP – Rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Pasaman membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sejak dibukanya bazar di pelataran GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping pada Rabu lalu (1/10), sejumlah pedagang mengaku meraup keuntungan signifikan.
Pemerintah Kabupaten Pasaman menyediakan 74 stand UMKM secara gratis hingga Sabtu (11/10) untuk mendukung geliat ekonomi masyarakat. Stand-stand tersebut dipadati warga setiap malam yang datang menyaksikan hiburan HUT Pasaman.
Bupati Pasaman Welly Suhery menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“Kita bangga melihat semangat pelaku usaha lokal yang terus berinovasi. Pemerintah akan terus mendorong agar produk Pasaman bisa menembus pasar lebih luas,” ujar Bupati Welly Suhery, Rabu (8/10).
Didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunte dan unsur forkopimda, Bupati Welly meninjau satu per satu stand bazar. Ia mengapresiasi ragam produk yang dipamerkan, mulai dari olahan makanan khas, kerajinan tangan, hingga produk kreatif masyarakat nagari.
Salah satu pelaku usaha, Iwan (34 tahun), penjual kopi cup gerobak asal Lubuk Sikaping, mengaku dagangannya laris sejak bazar dimulai.
“Alhamdulillah, ada berkah di acara begini. Sekali buka 50 cup, habis terus. Harga kopi naik dari Rp8 ribu jadi Rp10 ribu, tapi pembeli tetap ramai,” ujarnya.
Iwan menyebut telah menjual lebih dari 300 cup kopi selama acara berlangsung. Ia membawa banyak batu es dalam kresek agar stok minuman dingin tetap tersedia sepanjang malam.
Pelaku usaha lain, Okfi Resti (38 tahun), pemilik brand Alfina, juga menikmati lonjakan penjualan produk olahan lokal seperti pisang salai, dodol salak, dan kacang randang.
“Dari tanggal 1 sampai 6 Oktober, omzet sudah sekitar Rp3 juta,” katanya.
Sementara itu, Agus (37 tahun), penjual mainan anak-anak seperti balon lampu dan tembak-tembakan, membandrol jualannya Rp10 ribu–Rp30 ribu. Dalam beberapa hari, ia mengantongi keuntungan sekitar Rp800 ribu.
“Kalau bisa acara seperti ini sering digelar, supaya kami pedagang kecil ikut merasakan hasilnya,” ujarnya.
Suasana malam bazar makin semarak dengan ramainya pengunjung yang berbelanja makanan dan mainan anak. Boy Candra Lubis (44 tahun), warga Tanjung Alai, mengaku datang bersama keluarga untuk menikmati suasana.
“Anak-anak senang main lampu kitiran, apalagi saat diterbangkan ke udara, cahaya warnanya indah,” katanya. (nst)