Ketua DPRD Sumbar Dorong Guru Tetap Asah Potensi Murid di Tengah Perkembangan AI

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi mendorong para guru tetap menumbuhkembangkan potensi dan kreativitas peserta didik di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurut Muhidi, perkembangan teknologi merupakan bagian dari perubahan zaman yang tidak bisa dihindari. Namun, kemajuan teknologi jangan sampai membuat manusia terlalu bergantung pada teknologi dan mengabaikan potensi yang dimiliki.

“Perkembangan zaman tidak bisa kita hindari. Tetapi jangan sampai kita terlalu bergantung kepada teknologi. Potensi yang ada dalam diri kita tetap harus diasah,” kata Muhidi di hadapan ratusan guru PPPK yang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas yang digagasnya baru-baru ini.

Ia mengatakan, kemampuan menggunakan teknologi memang penting dikuasai guru maupun peserta didik. Namun, kreativitas, kemampuan berpikir, keterampilan dan potensi diri tetap harus dikembangkan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Teknologi boleh berkembang, AI boleh semakin canggih, tetapi potensi manusia jangan sampai ditinggalkan. Anak-anak harus tetap diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya,” ujarnya.

Muhidi berharap guru dapat menjadi pengarah bagi peserta didik dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Teknologi, kata dia, seharusnya menjadi alat pendukung proses pembelajaran, bukan menggantikan kemampuan manusia untuk berpikir dan berkarya.

“Yang kita persiapkan bukan hanya anak-anak yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga anak-anak yang memiliki kemampuan, kreativitas dan karakter,” katanya.

Ia menilai tantangan pendidikan ke depan akan semakin kompleks seiring cepatnya perkembangan teknologi. Karena itu, peningkatan kapasitas guru harus berjalan seiring dengan pengembangan potensi peserta didik.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan dan menghasilkan karya berdasarkan kemampuan yang mereka miliki.

HP Sudah Menjadi Bagian dari Kehidupan Siswa

Pandangan tersebut juga dirasakan guru di lingkungan sekolah. Salah seorang guru PPPK yang mengikuti kegiatan itu mengatakan, penggunaan telepon seluler atau HP sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa.

“Kita tidak bisa pungkiri, murid-murid sekarang hidup dengan HP. Tetapi semua harus ada kontrolnya,” katanya.

Menurutnya, kontrol terhadap penggunaan teknologi tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan HP. Pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai religius juga perlu diperkuat agar siswa memiliki pegangan dalam memanfaatkan teknologi.

“Nilai-nilai religius harus ditanamkan. Jadi anak-anak tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga tahu bagaimana menggunakannya dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai perkembangan teknologi harus diikuti dengan pendampingan dari guru dan orang tua. Dengan kontrol dan pembinaan yang baik, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar tanpa mengabaikan pembentukan karakter peserta didik. (fai)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0