JAKARTA, KP – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri resmi mengumumkan Mahfud MD menjadi bakal calon wakil presiden Ganjar Pranowo.
Megawati menyampaikan pengumuman itu bersama tiga ketua umum partai pendukung Ganjar pada Pilpres 2024. Ketiganya adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Mardiono, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (18/10).
Pemilihan Mahfud melalui masukan dari para tokoh dan politisi. Mega juga telah berkontemplasi untuk memikirkan sosok pendamping Ganjar yang tepat. Ia menganggap Mahfud MD sebagai sosok yang tak asing buat dirinya. Mereka pernah bekerja sama di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Jadi saya sangat bisa mengerti dari cara berpikir jalan pikirannya,” kata Mega.
Putri Bung Karno itu juga menyebut Mahfud memiliki pengalaman lengkap di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Mahfud MD lahir di Sampang, Madura, 13 Mei 1957 dari pasangan Mahmodin dan Siti Khadidjah. Ada cerita unik dari latar belakang inisial MD. Inisial dibelakang namanya berasal dari nama ayahnya. Sebab, saat di SMP ada dua orang anak mempunyai nama yang sama. Maka untuk membedakannya ditambahkan singkatan nama sang ayah.
Lulus dari SMP, Mahfud melanjutkan pendidikan ke Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN), di Pamekasan, Madura, dan dilanjutkan ke Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) selama tiga tahun di Yogyakarta.
Mahfud lalu melanjutkan pendidikannya ke dua perguruan tinggi sekaligus. Dia mengambil Jurusan Sastra Arab di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Namun, ia memilih fokus di Hukum Tata Negara dan tidak melanjutkan pendidikan Sastra Arab.
Setelah bergelar sarjana hukum pada usia 26 tahun, Mahfud langsung menjadi dosen di kampus almamaternya UII. Di tengah kesibukannya menjadi dosen, dia melanjutkan pendidikan hukum di UGM. Mahfud kemudian menjadi Guru Besar bidang Politik Hukum pada 2000 pada usia 43 tahun.
Saat ini Mahfud menjabat sebagai Menko Polhukam. Dia diangkat pada 2019 dan menjadi Menkopolhukam pertama dari kalangan sipil sepanjang sejarah RI.
Mahfud pertama kali masuk pemerintahan saat dia dipilih menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur pada periode 2000-2001. Saat itu, Mahfud juga merangkap Menteri Kehakiman dan HAM.
Setelah tidak menjadi eksekutif, Mahfud melirik dunia legislatif. Awalnya, dia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) besutan Amien Rais, tapi akhirnya memilih mantap ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan Gus Dur.
Mahfud terpilih sebagai anggota legislatif dari PKB untuk periode 2004-2009. Jelang akhir masa jabatannya di DPR pada 2008, Mahfud mengikuti uji kelayakan calon hakim konstitusi. Ia lolos seleksi dan terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk periode 2008-2013. (kdc)