JAKARTA, KP – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengingatkan tantangan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang besar membutuhkan pengawasan lebih dari personel TNI/Polri.
“Tidak lama lagi, kita akan menyelenggarakan pilkada serentak di seluruh provinsi di Indonesia. Tantangan pada pilkada justru jauh lebih besar, dengan dinamika yang lebih beragam di masing-masing daerah, serta potensi pelanggaran yang membutuhkan pengawasan lebih oleh personel di daerah,” ujar Wapres, pada acara Pembekalan Wakil Presiden RI kepada Calon Perwira Remaja TNI/Polri Tahun 2024 di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (11/7).
Dengan persiapan yang baik, tata kelola pengawasan yang mumpuni, dan sinergi yang kuat dari semua pihak, menurut Wapres, Pilkada 2024 akan berjalan sukses dan menghasilkan pemimpin daerah yang berkualitas.
Wapres mengemukakan, aman dan tertibnya penyelenggaraan Pemilu 2024 tidak lepas dari dukungan seluruh unsur prajurit TNI/Polri yang menjaga penyelenggaraan pemilu agar tetap kondusif.
Ma’ruf Amin menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi TNI/Polri terbukti dapat menekan potensi ancaman keamanan selama penyelenggaraan berlangsung.
Menurut Wapres, tugas saat ini adalah merangkul semua pihak untuk bersama-sama bersatu membangun bangsa.
“Kita akan memastikan proses transisi pemerintahan nanti berlangsung dengan aman, tertib, dan damai,” katanya.
Pada bagian lain, Wapres Ma’ruf Amin meminta Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri Tahun 2024 berlaku responsif dan proaktif dalam menangani keluhan masyarakat.
“Jadilah prajurit TNI/Polri yang responsif dan proaktif di tengah-tengah masyarakat. Peka terhadap masalah yang muncul di lingkungan warga dan cepat menangani segala keluhan masyarakat,” pinta Wapres.
Ia berpesan kepada Capaja untuk membulatkan tekad mengabdikan diri bagi kepentingan bangsa dan negara, serta memupuk terus kemampuan untuk menjadi prajurit TNI dan anggota Polri yang visioner, adaptif, dan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik.
“Kembangkan inovasi, keterampilan, dan kemampuan analisis yang tajam, serta teruslah menjadi pembelajar,” ujarnya.
Wapres juga meminta Capaja memperkuat disiplin dan integritas diri. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila, Sapta Marga, dan Tribata adalah nilai-nilai minimum yang harus ada dalam pengabdian bagi bangsa dan negara.
Lebih lanjut, Wapres menyampaikan Capaja adalah generasi penerus yang akan berperan langsung dalam mengawal pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, saat ini Capaja sedang memasuki langkah awal dari perjalanan panjang pengabdian pada bangsa dan negara. Pengabdian ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan semangat juang yang tinggi, serta integritas yang kokoh.
“Kelak setelah menyelesaikan pendidikan dan pembelajaran, saudara sekalian diharapkan selalu siap mendedikasikan diri untuk bangsa dan negara dan siap menghadapi berbagai tantangan yang dinamis dan kompleks,” ujarnya.
Untuk itu, Wapres meminta seorang Perwira muda TNI/Polri memiliki pengetahuan yang luas dan tinggi, serta kemampuan menganalisis setiap dinamika zaman secara mendalam.
“Namun, hati tetap berpijak di bumi dan diabdikan untuk mengutamakan rakyat dan menjaga kehormatan institusi,” katanya.
Wapres meminta kepada para Capaja terus belajar, berlatih, dan mengembangkan diri untuk menjadi pemimpin yang profesional dan berintegritas, mengingat tugas yang tidak mudah dalam menjaga keamanan negara dan menjaga keutuhan NKRI.
Menutup sambutannya Wapres mengucapkan selamat kepada para Capaja TNI/Polri 2024 atas prestasi yang telah diraih selama mengikuti pendidikan. Dia juga mengapresiasi Danjen Akademi TNI, Kalemdiklat Polri, para Gubernur Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian, serta pengajar-pengajar lainnya yang terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan Taruna.
“Teruslah mencetak perwira-perwira andal sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. Saya harap para calon perwira remaja dapat menjadi teladan dan panutan yang mampu mendorong terciptanya tatanan hidup yang beretika, beradab, dan bermoral sesuai dengan nilai-nilai yang dikandung oleh Pancasila,” ujarnya. (ant)
