SAWAHLUNTO, KP — Kepala Desa Kubang Tangah, Rice, melepas keberangkatan tiga atlet asal desanya yang akan bertanding di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketiganya merupakan anggota Komunitas Lanjutkan Prestasi Indonesia (KLPI) Kota Sawahlunto.
Pelepasan dilakukan pada Minggu (27/7) di kantor desa, yang meskipun hari libur, tetap dibuka khusus demi menyemangati para atlet. “Ini luar biasa. Mereka akan membawa nama harum Sawahlunto, khususnya Desa Kubang Tangah. Kami bangga dan siap mendukung,” ujar Rice dalam sambutannya.
Rice menyebutkan bahwa KLPI di Sawahlunto baru terbentuk sekitar dua hingga tiga bulan lalu, namun sudah mampu mengirimkan perwakilan ke tingkat nasional. “Sebagai kepala desa, wajar kami memberi dukungan penuh. Kami iringi keberangkatan mereka dengan doa dan harapan agar menjaga kekompakan, kesehatan, dan nama baik kota,” tambahnya.
Turut hadir dalam pelepasan tersebut, anggota DPRD Sawahlunto Ilman (Uak) dan Doni Asta selaku pembina KLPI. Ilman menyampaikan apresiasi atas semangat para atlet. “Juara penting, tapi yang lebih penting adalah pengalaman dan mental bertanding. Terus semangat dan jangan pernah berhenti belajar,” pesannya.
Ketua DPRD Sawahlunto, Susi Haryati, juga menyampaikan rasa bangganya kepada tiga atlet perempuan yang disebutnya sebagai srikandi Sawahlunto. “Semoga mampu mengharumkan nama daerah. Tetap jaga kesehatan, fokus, dan jangan lupa berdoa,” katanya.
Ketiga atlet yang berangkat ke NTB pada Rabu (30/7) pukul 08.10 WIB itu adalah Rismawati (Ketua KLPI), Eva, dan Loly. Sementara itu, Ketua Harian KLPI, Yusianto atau akrab disapa Yanto Ula, tidak dapat ikut mendampingi karena sang istri mengalami kondisi darurat kesehatan. “Istri saya terkena stroke, sementara anak saya di Padang tidak bisa datang ke Sawahlunto. Saya titipkan semangat kepada para atlet,” ujarnya.
Keberangkatan ini menjadi tonggak semangat baru bagi KLPI Sawahlunto yang terus berupaya menorehkan prestasi di kancah nasional. (nto)