Memprihatinkan. Itu ucapan yang pantas disuarakan berkaitan dengan keadaan SDN 28 Sagulubbek, Dusun Tepuk, Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Muridnya belajar duduk di lantai beralaskan karung. Sedangkan meja belajar dari kayu hasil swadaya guru. Informasi ini dikabarkan sejumlah media lokal Sumbar dan media nasional.
SD filial Sagulubbek ini dibangun lewat program nasional pemberdayaan masyrakat (PNPM), tapi belum selesai.
Guru di SD filial ini, Dominikus Tasirilegi, dengan segala ketabahannya terus berusaha bersama koleganya mengabdi di SD Sagulubbek ini. Terbayang oleh kita keadaan SD di ‘tanah tepi’ itu yang keadaannya serba memprihatinkan.
Walau secara betahap SD ini terus diusahakan pembangunannya, tapi entah kapan akan selesai. Menyedihkan memang. Tapi, tidak usahlah kita larut dengan keprihatinan yang mendalam.
Mentawai adalah kita. Tak perlu kita mencari beragam kesalahan tentang SD Sagulubbek ini. Boleh jadi hal itu merupakan gambaran nyata Mentawai sejak dulunya. Untung saja kini Mentawai sudah merupakan kabupaten yang berdiri sendiri. Secara bertahap Mentawai terus dibangun. Namun, khusus SD di Desa Sagulubbek ini, pengabdian guru-gurunya memang luar biasa.
Mempercepat pembangunan Mentawai jelas butuh uang tidak sedikit. Tapi, Mentawai adalah negeri kita. Bukan daerah yang dianaktirikan. Siapa yang ditakdirkan betugas di Mentawai, jelas membutuhkan pengabdian yang ikhlas dan punya tekad ‘majulah Mentawai’.
Putra-putri Mentawai wajib di garda terdepan membangun negerinya. Mentawai harus bangkit dan sejajar dengan daerah lainnya. Gerakan pengabdian ikhlas pantas jadi prioritas bagi Pemprov Sumbar untuk Mentawai. Misalnya, melalui program KKN perguruan tinggi negeri/swasta. Lebih dari itu, program TNI Masuk Desa sangat menunggu kedatangan prajurit cekatan dalam upaya mensejahterakan gugusan kepulauan di pantai barat Sumbar ini.
Kita masih bicara satu program berkaitan dengan SD Sagulubbek Mentawai. Bayangkan saja Mentawai sebagai sebuah kabupaten. Jalan masih panjang. Mari bersama kita bangun Mentawai. *