Nusakambangan Tidak Jaminan untuk Insyaf

CATATAN ADI BERMASA (Wartawan Senior)

BERITA utama KORAN PADANG terbitan Jumat (8/9) sungguh menyentuh perasaan. Bayangkan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan yang merupakan ‘lapas khusus’ untuk penjahat kelas kakap ternyata tidak ampuh membuat penghuninya insyaf. Sungguh memprihatinkan. Buktinya, narapidana yang dihukum di ‘lapas angker’ itu masih bisa mengendalikan peredaran narkoba hingga ke pedalaman Kabupaten Limapuluh Kota di Sumbar.

Tampaknya, napi kelas kakap di Lapas Nusakambangan tersebut ‘bebas burung’ ber HP ria alam menjalankan bisnis haramnya. Bayangkan, dengan jarak ribuan kilometer mampu memberi petunjuk pada jaringannya untuk memasarkan narkoba di kawasan utara Sumbar, seperti di Limapuluh Kota.

Kita tak habis pikir, kenapa penjahat kakap bisa menggunakan alat komunikasi di penjara. Apalagi untuk mengkoordinir bisnis narkobanya. Ini benar-benar kekeliruan dan mengusik nurani kita.

Jangankan narapidana kelas kakap di Nusakambangan, mereka yang dibina di berbagai lapas di Indonesia tidak pantas leluasa berhubungan langsung dengan dunia luar. Keteledoran yang masih terjadi selama ini pantas diakhiri saja.

Upaya membuat insyaf para pelaku kejahatan melalui pembinaan di lapas sangat diharapkan benar-benar membrei kesan positif untuk masa-masa mendatang. Namanya saja lembaga pemasyarakatan, tentu peran jajaran Kementerian Hukum dan HAM punya tanggungjawab besar dalam ‘melahirkan kembali’ warga binaannya agar bisa bermasyarakat dan diterima masyarakat dengan baik selepas keluar dari penjara.

Sayangnya, banyak juga yang sudah bebas dari penjara justru tidak berubah prilakunya. Perilaku tak terpuji dan melanggar hukum kembali dikerjakan. LP sudah ibarat persinggahan yang menyenangkan. Maklum, makan dan minum dilayani. Apalagi, ada yang masih tetap melakukan kejahatan dari balik terali besi.

Sangat pantas peristiwa memprihatinkan ini jadi bahan evaluasi bagi jajaran Kemenkumham. Dengan arti kata, program zero Halinar (handphone, pungli, dan narkoba) di lapas harus benar-benar dijalankan dengan tegas dan tanpa pandang bulu.

Semoga saja di masa datang, mantan napi yang keluar lapas benar-benar taubat nashuha. Sadar dan insaf, rajin beribadah, masuk surga kalau sudah dipanggil Allah. Alhamdulillah. *

Related posts

Rayakan Idul Fitri dengan Gembira dan Penuh Syukur

Jalan Permindo, Kawasan Nyaman yang Harus Dipertahankan

Ironi yang Menyayat Hati