Home » Problema Pantai Padang yang Berkepanjangan

Problema Pantai Padang yang Berkepanjangan

Redaksi
A+A-
Reset

Kota Padang sebagai Ibukota Sumbar terus mempersolek diri. Padang semakin ramai. Penduduk terus bertambah. Bangunan modern bermunculan. Perguruan tinggi semakin banyak. Unand dan UIN sudah berkampus hingga ke perbukitan pinggiran kota.

Di tengah kegesitan Padang bersama pemerintahnya mempercantik kota tercinta ini, ternyata kawasan pinggir pantai terutama pedagangnya masih menampilkan suasana yang tidak menggembirakan. Pasalnya, kawasan ini selalu menjadi ‘sasaran penertiban’ Satpol PP.

Sudah puluhan tahun kawasan pantai di sepanjang Muaro hingga Purus dihiasi PKL dengan bangunan yang tidak permanen. Sudah bertahun-tahun pula jualan di sini prioritas dari rujak ke rujak dan kini diselingi dengan kelapa muda. Begitulah perjalanan sejarah pedagang di pinggir laut tersebut.

Dalam waktu dekat, para PKL di kawasan Pantai Padang ini bakal kembali ditertibkan. Begitu diberitakan KORAN PADANG terbitan Senin (11/9). Bagaimanapun juga, kita mensupport penertiban PKL di Pantai Padang ini. Sebab, pada akhirnya yang merasakan manfaatnya adalah pedagang juga dengan ramainya kunjungan wisatawan. Logikanya, ketika pantai tertata rapi dengan pemandangan yang indah, otomatis pengunjung akan ramai berdatangan.

Namun, sudah selayaknya sistem modern bagi pedagang diberlakukan. Modernisasi sesuai perkembangan zaman ini juga sebagai pertanda Padang semakin menghargai wisatawan yang berkunjung ke kota tercinta ini.

Tentu Pak Walikota beserta jajarannya sudah sering berkunjung ke kota pantai di berbagai kawasan di Indonesia. Beragam fasilitas modern lengkap tersedia. Kita berharap sekaligus mensupport Pak Wali bersama jajarannya mampu membangun fasilitas modern berkaitan dengan bisnis wisata ini. Kalau perlu Pak Wali bersama DPRD studi banding ke berbagai kota pinggir pantai di Indonesia yang sukses membangun kawasan wisatanya.

Dulu ada terdengar kabar tentang Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Pantai Padang. Kabarnya bakal dilengkapi pula dengan kereta gantung. Tapi sekarang tak terdengar lagi kabarnya. Entah sampai di mana kelanjutannya.

Kita berharap, Padang di era Pak Wali Hendra Septa mampu jadi penggerak pembangunan kota yang modern menghadapi masa depan yang gemilang demi kesejahteraan anak-cucu masa depan. *

 

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?