SEORANG janda dan seorang pria yang telah lama tak pulang ke rumah istrinya, dinikahkan di tempat secara mendadak di Perumnas Nuansa Griya Kayuaro, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sabtu malam lalu (24/2).
Pasangan muda ini sebelumnya digrebek warga lantaran ketahuan berbuat mesum.
Demi menjaga hal-hal yang tak diharapkan di kemudian hari, tokoh masyarakat bersama pemuka agama setempat mencari jalan terbaik dengan cara menikahkan mereka serta didenda 14 zak semen.
Ada-ada saja. Biasanya polisi lalulintas yang melakukan tilang di tempat kepada pelanggar lalulintas. Namun kini pemuka agama ikut pula menikahkan pasangan yang tertangkap mesum, bukan diserahkan ke kantor polisi atau Satpol PP.
Namun, nasib yang dialami pasangan itu boleh dikata sedikit beruntung karena tidak sempat diarak keliling oleh warga dengan pakaian setengah telanjang.
Di daerah lain, ada pasangan mesum yang tertangkap lalu dipermalukan dengan cara diarak keliling kampung.
Beruntungnya lagi, pria berinisial SY (27 tahun) dan wanita RE (27 tahun) tidak lagi merasa takut untuk berdua-duaan karena mereka sudah resmi dinikahkan kendati dalam keadaan terpaksa. Sengsara membawa nikmat kah yang didapat SY dan RE?
Yang jadi pernyataan, apakah SY sungguh-sungguh menjalani hidup bersama RE? Jangan ibarat habis manis sepah dibuang. Konon sebelumnya SY juga jarang pulang ke rumah istrinya dengan alasan yang belum diketahui.
Jangan-jangan setelah dinikahkan mendadak, SY kembali ke pangkuan istri pertamanya. Meranalah janda RE tersebut. Semoga apa yang dikhwatirkan tidak terjadi. Kalau memang sebelumnya SY sudah berpisah dengan istri pertamanya, besar kemungkinan dia bakal bersatu-padu dengan RE.
Yang jelas status mereka bukan nikah di hadapan Pak KUA. Ini bakal menjadi kenangan yang menggelikan bagi warga Perumnas Nuansa Griya Kayuaro. Semoga tak ada lagi warga yang dinikahkan secara mendadak di tempat. *