ADA-ada saja yang menggemparkan Payakumbuh. Kali ini bukan perangai tak senonoh warganya, tapi anjing gila yang meresahkan. Celakanya, anjing gila tersebut tampaknya belum berhasil diamankan. Meski Pak Walikota Rida Ananda sudah memerintahkan stafnya mengamankan anjing berbahaya tersebut, namun seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Jumat (28/4), tampaknya si anjing berbahaya tersebut belum berhasil diisolasi, ditangkap, ataupun dibunuh.
Situasi itu jelas sangat berbahaya. Jika anjing gila itu menggigit sesama ‘rekannya’, otomatis anjing yang terkena gigitan juga gila. Begitu seterusnya.
Ternyata, korban gigitan anjing gila tersebut juga terjadi di beberapa tempat lainnya di Payakumbuh. Seperti di Kelurahan Sungai Pinago, Payakumbuh Barat.
Kita punya aparat kamtibmas, polisi maupun babinsa serta petugas dinas kesehatan untuk memburu anjing gila yang meresahkan tersebut. Jangan sampai anjing gila yang telah makan korban itu sampai gagal ditangkap kerena dampaknmya akan sangat fatal. Sebab, hewan itu bisa menularkan virus rabies ke hewan-hewan lainnya. Orang-orang yang kena gigitannya bisa berujung kematian jika tak cepat ditangani. Kita tak ingin pandemi rabies sampai terjadi di Payakumbuh. Sangat memalukan kalau hal itu sampai terjadi.
Bagaimanapun juga, kita berharap Payakumbuh jangan tercemar dengan aksi brutal anjing gila. Peran semua warga kota bersama tungganai pemerintahannya sangat dibutuhkan dalam menghabisi aksi si anjing gila tersebut. Jangan muncul pula anekdot p0endatang malas ke Payakumbuh gara-gara anjing gila berkeliaran. *