13 Ribu Lebih Santri TPQ-MDTA se-Kota Padang Ikuti Ujian Akhir

PADANG, KP – Sebanyak 13.117 santri TPQ dan MDTA se-Kota Padang mengikuti ujian akhir tahun pelajaran 2022-2023. Ujian akhir ini berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu (7/5) hingga Selasa (9/5) dengan lima mata uji bidang studi.

Berdasarkan monitoring yang dilakukan Kepala Kantor Kemenag Kota Padang H. Edy Oktafiandi bersama Bagian Kesra Pemko Padang, pelaksanaan ujian berjalan dengan baik. Meski diguyur hujan, para santri tampak bersemangat dan disiplin mengikuti ujian pada sejumlah lokasi ujian yang ditinjau, di antaranya SD Khaira Ummah dan Masjid Jami’ Bungo Padang, di Kecamatan Koto Tangah, Minggu pagi (7/5).

Ujian akhir ini diselengarakan oleh Badan Kerja Sama (BKS) TPQ dan Forum Komunikasi Diniyah Takmilyah (FKDT) se-Kota Padang di bawah koordinasi Kemenag dan Pemko Padang. Adapun lima bidang studi yang diujikan yakni baca tulis Al-Qur’an, ilmu tajwid, akidah akhlaq, fikih, serta sejarah Islam.

Kakan Kemenag Kota Padang H. Edy Oktafiandi mengatakan, santri nantinya akan mendapatkan ijazah sebagai syarat untuk masuk SMP/sederajat. Selain itu, sebutnya, ujian ini juga seiring dengan program Pemko Padang yang mewajibkan siswa SD wajib hafal juz 30 Al-qur’an dan siswa SMP/sederajat wajib hafal 2 juz Al-Qur’an.

Ia menambahkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan, pelaksanaan ujian akhir madrasah dari tahun ke tahun terus membaik. Hal ini berkat upaya peningkatan kualitas pelaksanaan yang terus dilakukan. Salah satunya sistem pengawasan yang menggunakan sistem silang. Sehingga, menutup kemungkinan terjadinya kecurangan.

“Selain itu, pelaksaan ujian tidak lagi manual namun sudah menggunakan ABO. Ke depan, kita akan upayakan ujian akhir ini menggunakan sistem komputerisasi,” kata Edy Oktafiandi.

Sementara, Kasubag Pembinaan Mental dan Keagamaan Bagian Kesra Setdakop Padang, Zul Asfi Lubis menyebut, komitmen Pemko Padang terhadap pengembangan tulis baca Al-Quran terutama pada usia dini cukup tinggi. Dijelaskannya, pemko telah melakukan sertifikasi terhadap guru ngaji sebanyak lebih kurang 4 ribu orang dan tahun ini pun rencananya akan dilakukan sertifikasi sekitar 6 ribu orang lagi.

“Hal ini untuk meningkatkan kualitas guru ngaji. Saat ini kita masih menggunakan grade A, B, dan C. Ke depan, secara bertahap akan diupayakan semua guru ngaji berada pada grade A atau B yang tentunya juga akan berpengaruh pada kesejahteraan guru ngaji di Kota Padang,” kata Zul Asfi Lubis.

Di tempat yang sama, Ketua BKS TPQ Kota Padang Mhd. Darnalis didampingi Ketua FKDT Kota Padang Syaifuddin Zuhri menyampaikan, ujian serentak ini mengacu kepada SOP yang diturunkan oleh FKDT pusat. Hal ini dalam rangka penguatan lembaga TPQ/MDT yang tersebar di Kota Padang.

Turut hadir pada monitoring ujian akhir TPQ dan MDTA se-Kota Padang, Kasi Diniyah dan Pontren Kemenag Kota Padang Dian Khairaty, Sekretaris BKS Kota Padang Yuhendri, Bendahara Dafril Tk. Bandaro, Sekretaris FKDT Ucin Limas Qori dan Bendahara Dewi Susanti. (ak/*)

Related posts

Kasus Narkoba Mendominasi, Edukasi Hukum ke Pelajar Diperkuat

PEMKO PADANG BEKALI GURU TANGANI KASUS KEKERASAN ANAK DI SEKOLAH

MAN 3 Padang Perkuat Karakter Religius Siswa Melalui Pembiasaan Puasa Sunah