BUKITTINGGI, KP – Dosen Program Studi D3 Kebidanan Bukittinggi Poltekkes Kemenkes Padang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Kemitraan Wilayah (PKW) di Kota Payakumbuh.
Kegiatan pengabdian ini dipimpin NS. Lisma Evareny dengan anggota Fitrina Bachtar, Siti Khadijah, dan DR. Gusnedi.
Tema yang diangkat dalam kegiatan pengabdian ini adalah “Kelurahan Sehat Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Preventif Stunting Melalui Peningkatan Kualitas Kesehatan Reproduksi Remaja dan Ibu Hamil Pada Keluarga Berisiko Stunting di Kota Payakumbuh”.
Ketua Pengabdian Masyarakat NS. Lisma Evareny mengatakan, latar belakang kegiatan ini adalah kunci pencegahan dan penanganan stunting pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK), sehingga perhatian terhadap ibu hamil dan balita di bawah 2 tahun dapat lebih terfokus.
Dalam hal ini, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif perlu terus diupayakan melalui kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan.
Sanitasi yang baik, air bersih, penyediaan pangan aman dan bergizi, serta pemahaman yang baik, serta kepedulian individu/masyarakat masing-masing sangat penting dalam upaya penanggulangan stunting.
Lisma Evareny menekankan bahwa untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya stunting diperlukan kerja sama dari berbagai stakeholder terkait, terutama yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan anak. Stakeholder ini meliputi tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan perangkat desa.
Kader Posyandu dan perangkat desa memiliki peran strategis dalam penanganan masalah kesehatan ibu dan anak karena mereka dekat dengan masyarakat. Mereka merupakan perpanjangan tangan petugas kesehatan dalam menangani masalah kesehatan ibu dan anak.
Tim pengabdian masyarakat Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi melakukan intervensi kepada kader dan perangkat desa sebagai promotor pencegahan dan deteksi dini stunting di Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh pada 4 Oktober.
Melalui kegiatan ini, diharapkan unsur organisasi sosial yang mendapat pelatihan dapat menerapkan pengetahuan mereka kepada masyarakat, terutama kepada calon ibu (remaja), ibu yang baru melahirkan, dan ibu dengan balita untuk peduli terhadap stunting dan mencegahnya.
Manfaat dari kegiatan ini adalah terwujudnya kelompok peduli stunting di kelurahan, komitmen kelurahan untuk mendukung gerakan bebas stunting, serta kontribusi terhadap upaya pemerintah dalam mencegah dan mengurangi stunting. (eds)
