PADANG, KP – Guru Besar Universitas Negeri Padang (UNP) ungkapkan sejumlah tantangan global melalui hasil penelitian yang dilakukan selama beberapa tahun, salah satunya, perkembangan pengguna internet tidak sejalan dengan pertumbuhan digitalisasi usaha mikro.
Hal itu diangkat Prof. Perengki Susanto, yang dikukuhkan menjadi guru besar UNP, Senin (17/7) di Auditorium UNP.
Dia mengatakan secara statistik, jumlah UMKM sebanyak 99 persen dari keseluruhan sektor unit usaha dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), hal itu mencapai 60,5 persen. Sektor ini juga menyerap tenaga kerja sebesar 96,6 persen dari total tenaga kerja nasional.
Akibat pandemi Covid-19 lalu, khususnya usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia mengalami pertumbuhan usaha yang negatif. Bahkan, 40 persen pelaku usaha mikro memutuskan untuk menutup karena penurunan kinerja usaha yang sangat dratis.
Disisi lain, selama pandemi, jumlah transaksi secara online/ecommerce tumbuh 75 persen dari tahun 2019, yaitu 80 juta transaksi menjadi 140 juta transaksi pada bulan Agustus 2022. Sementara pengguna internet sudah mencapai 73,7 persen atau 196,7 juta orang.
Meskipun demikian, pertumbuhan transaksi daring dan jumlah pengguna internet tidak sejalan dengan pertumbuhan digitalisasi usaha mikro, karena baru 13 persen usaha mikro yang sudah terhubung melalui marketplace, itupun masih terpusat di pulau Jawa.
Sedangkan, di luar pulau Jawa, proses digitalisasi usaha skala mikro dan UKM masih terkendala dengan berbagai masalah mendasar seperti infrastruktur, literasi digital, dan jaringan
Sementara Prof. Dra. Ernawati, M.Pd, Phd mengungkapkan tantangan pendidikan tata busana dalam era 4.0.
Dia mengatakan, tantangan yang dihadapi dalam pendidikan tata busana tidak dapat diabaikan. Dunia yang terus berkembang dengan cepat, semua harus beradaptasi dengan perubahan tren, teknologi, dan permintaan pasar. Penting bagi kita untuk memperbarui kurikulum secara berkala, mengintegrasikan teknologi terkini dan memperkuat kolaborasi dengan industri tata busana.
“Hanya dengan mengikuti perkembangan terkini, kita dapat melahirkan lulusan yang relevan, siap menghadapi tantangan dunia nyata, dan menjadi agen perubahan yang positif di industri busana,” katanya.
Untuk diketahui Rektor dan Senat UNP mengukuhkan sembilan guru besar, di Auditorium Kampus UNP Airtawar, Padang, Senin (17/7).
Sembilan guru besar itu dikukuhkan dalam sidang Senat Akademik UNP yang dibuka oleh ketua Prof Dr Lufri MS. Pengukuhan tersebut berdasarkan surat keputusan Mendikbudristek Dikti Nadiem Makarim tentang Pengangkatan Jabatan Akademik Guru Besar UNP.
Rektor UNP Prof Ganefri menyebutkan bahwa guru besar yang dikukuhkan itu adalah, Prof. Dr. Syahrastani, M.Kes dari Fakultas Ilmu Keolahragaan, Prof. Indrayuda, S.Pd., M.Pd., Ph.D dari Fakultas Bahasa dan Seni, Prof. Dr. Fahmi Rizal, M.Pd., M.T. dan Prof. Drs. Hendri, M.T., Ph.D dari Fakultas Teknik, serta Prof. Dr. Isnarmi, M.Pd., M.A. dan Prof. Dr. Siti Fatimah, M.Hum dari Fakultas Ilmu Sosial.
Selanjutnya, guru besar dari Fakultas Ilmu Pendidikan Prof. Dr. Darmansyah, S.T., M.Pd., dari Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Prof. Dra. Ernawati, M.Pd., Ph.D serta dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Perengki Susanto, S.E., M.Sc.
Dengan dikukuhkan sembilan guru besar tersebut, Prof Ganefri berharap semakin memperkuat sumber daya mewujudkan UNP menjadi universitas berkelas dunia.
“Para guru besar harus selalu berinovasi, memperkaya sumber informasi dan membagi ilmu kepada mahasiswa dan masyarakat serta memperkuat lembaga dalam menapaki jalan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) sejak tahun 2021,” pesan Ganefri. (fai)