Dukung Pencegahan Stunting, Prodi S1 Kebidanan STIKes Mercubaktijaya Padang Gelar Konseling Kehamilan Sehat

Tim pengabdian masyarakat Prodi S1 Kebidanan STIKes Mercubaktijaya Padang berfoto bersama saat melakukan konseling pentingnya kehamilan sehat dalam mewujudkan genrasi sehat, di wilayah Puskesmas Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

PADANG, KP – Stunting merupakan suatu permsalahan kesehatan yang masih dihadapi di Indonesia sampai saat ini. Anak yang sunting akan lebih rentan terhadap penyakit, sehingga akan mempengaruhi kesehatan dan tingkat kecerdasan anak karena terganggunya perkembangan otak pada anak.

Berdasarkan hal itu, dosen Prodi S1 Kebidanan STIKes Mercubaktijaya Padang mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa konseling pentingnya kehamilan sehat dalam mewujudkan genrasi sehat. Kegiatan itu diadakan di wilayah Puskesmas Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat, Dewi Susilawati, Bd.,M.Keb, Selasa (14/11/2023) mengatakan, hal itu merupakan salah satu tugas pokok Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Fokus kami pada pada kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada ibu hamil akan pentingnya menjaga menjaga kehamilan tetap sehat,” katanya.

Ia mengungkapkan, konseling kehamilan sehat mewujudkan generasi hebat yang diberikan tim Prodi S1 Kebidanan STIKes Mercubaktijaya Padang menggunakan cara yang unik. Alih-alih menggunakan persentasi atau pun ceramah, mereka menggunakan media audiovisual dalam bentuk ilustrasi, foto, animasi.

“Media audiovisual ini lebih efektif karena melibatkan lebih dari satu panca indra yaitu indra melihat dan mendengar,” ulasnya.

Lebih lanjut Dewi mengatakan, dalam kegiatan itu, ibu hamil mendapatkan konseling bagaimana menjaga kehamilan tetap sehat dan bagaimana mencegah agar anak tidak menjadi stunting.

“Program konseling ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil terhadap nutrisi selama kehamilan, persiapan menjadi orang tua, ASI ekslusif dan gizi balita,” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, ibu hamil juga harus memperhatikan sejumlah hal guna mencegah anak yang dilahirkan menjadi sunting, di antraanya menjaga asupan nutrisi ibu selama hamil dan asupan nutrisi anak setelah lahir.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Padang (2021), angka kejadian stunting tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Ikua Koto, yaitu sebanyak 16 persen.

Sementara, penanggung jawab program stunting di Puskesmas Ikua Koto, Sinta, Amd.Gizi mengungkapkan, selama Januari-Juni 2023, dari 1.363 balita, terdapat 50 baduta dan balita yang menderita stunting.

“Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah Puskesmas Ikur Koto ini, selain gizi balita, faktor (pemahaman) ibu juga sangat memengaruhinya,” ujarnya.

Tim pengabdian masyarakat Prodi S1 Kebidanan STIKes Mercubaktijaya Padang, saat melakukan konseling pentingnya kehamilan sehat dalam mewujudkan genrasi sehat, di wilayah Puskesmas Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Sementara, penanggung jawab KIA di wilayah Puskesmas Ikua Koto, Yentinur, S.SiT menambahkan, dalam kurun waktu Maret-Mei 2023 terdapat 31 ibu hamil yang beresiko tinggi (resti), yakni sebesar 35 persen.

Dijelaskannya, ibu hamil resti didominasi oleh ibu Kekurangan Energi Kronis (KEK), anemia, dan Preeklampsia Berat (PEB). Kondisi kesehatan ibu selama kehamilan tidak hanya berdampak pada janin di dalam kandungan tetapi juga akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir.

“Generasi Hebat adalah generasi yang sehat baik fisik dan mental. Anak yang sehat fisik dan mentalnya akan menjadi anak yang cerdas karena proses pertumbuhan dan perkembangan otaknya tidak terganggu. Untuk mewujudkan generasi hebat ini stunting harus dikurangi. Stunting dapat di cegah di mulai dari 1000 hari kehidupan pertama yaitu di mulai dari dalam kandungan. Ibu hamil sudah harus mempersiapkan dirinya dengan selalu menjaga kehamilan dalam kondisi sehat,” paparnya.

Yentinur juga menyampaikan, untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat, di Puskesmas Ikur Koto sudah ada kelas ibu hamil khusus untuk ibu hamil risiko tinggi dengan mendatangkan dokter SpOG. Menurutnya, bidan-bidan yang ada di puskesmas dalam memberikan edukasi hanya terbatas apa materi yang ada dibuku KIA dan hal itu dirasa kurang efektif. (ak/*)

Related posts

UNP Gelar Pengabdian Masyarakat ‘Bilih-Peduli’ di Tanah Datar

Pemko Payakumbuh Dukung PSDKU UNP Cetak SDM Unggul Daerah

Wako Ramadhani Ajak Pelajar Persiapkan Masa Depan