PADANG, KP – Tim pengabdian kepada masyarakat STIKes Mercubaktijaya Padang memberikan edukasi mengenai bahaya kecanduan gadget kepada pelajar salah satu sekolah dasar (SD) di Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, baru-baru ini.
Ketua tim pengabdian masyarakat STIKes Mercubaktijaya Padang Velga Yazia dalam keterangannya, Senin (6/11/2023) mengatakan, kegiatan yang merupakan salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi itu diikuti sebanyak 28 siswa dengan sistem tatap muka menggunakan power point.
“Edukasi diberikan selama 2 sesi. Sesi pertama yaitu penyampaian materi edukasi tentang bahaya kecanduan gadget dan sesi kedua mendemonstrasikan, memberikan pelatihan, dan pendampingan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan dalam latihan ‘ Yogic Eye Exercise’,” katanya.
Ia berharap melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu secara bersama-sama dapat membangun komitmen untuk meningkatkan kesehatan anak, khususnya kesehatan mata.
“Siswa juga diharapkan memahami bahaya kecanduan gadget serta penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelelahan mata akibat berlama-lama menggunakan dan menatap layar gadget. Penanganan kelelahan mata ini dapat dilakukan dengan latihan Yogic Eye Exercise. Latihan ini dapat dilakukan secara mandiri oleh anak di rumah,” paparnya.
Ia menjelaskan, terapi Yogic Eye Exercise merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penurunan ketajaman mata pada anak. Latihan terapi Yogic Eye Exercise sangat mudah dilakukan dimanapun dan kapanpun bagi anak usia sekolah karena gerakan-gerakannya cukup mudah dilakukan.
“Terapi ini bermanfaat untuk merelaksasi mata yang lelah akibat kebiasaan buruk dalam penggunaan gadget, menonton TV terlalu lama, membaca buku terlalu dekat, dan bermain game pada anak usia sekolah,” bebernya.
Diterangkannya, pemberian latihan terapi Yogic Eye Exercise yang dilakukan secara berulang- ulang diharapkan dapat mencegah kerusakan mata seperti miopi serta memberikan perubahan perilaku pemeliharaan kesehatan mata pada anak dalam mewujudkan perkembangan mata yang optimal di masa tumbuh kembang anak.
Velga Yazia menambahkan, pelatihan pemberian terapi Yogic Eye Exercise dapat dilakukan secara terpadu baik secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Upaya promotif dan preventif dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak dan orangtua untuk menghindari dan mencegah segala resiko masalah kesehatan yang dapat terjadi pada anak.
“Sehingga, ibu dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai tahapan usianya,” ulasnya.
Sedangkan upaya kuratif dan rehabilitatif dilakukan dengan tujuan tersedianya fasilitas berupa Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan bantuan bimbingan oleh kader kesehatan sekolah terkait program terapi yang akan dilakukan serta dengan mudah mendapatkan informasi kesehatan yang mudah dijangkau siswa ketika terjadinya masalah kesehatan.
“Jadi, strategi yang efektif untuk memfasilitasi perubahan perilaku untuk guna mencegah kecanduan gadget pada siswa adalah dengan memberikan edukasi atau pendidikan kesehatan, sehingga siswa mengetahui bahaya akibat kecanduan gadget,” pungkasnya.
Adapun anggota tim pengabdian masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Ulfa Suryani (dosen S1 Keperawatan) dan Indah Suryani (praktisi) serta dibantu 4 orang mahasiswa yaitu Al Thorik Maeza, Nico Priatna, Muhammad Ismail, dan Ticy Fatrisia dari Prodi S1 Keperawatan STIKes Mercubaktijaya Padang. (ak)