Tim Dosen Universitas Mercubaktijaya Latih Perempuan Barulak Deteksi Dini Kanker Payudara

Tim Dosen Universitas Mercubaktijaya berfoto bersama saat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar.

TANAH DATAR, KP — Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Mercubaktijaya mengadakan program pelatihan deteksi dini kanker payudara dengan metode praktik langsung, di Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar.

Program bertajuk “Pemberdayaan Wanita Usia Subur dalam Peningkatan Self-Awareness Kesehatan Payudara dengan Metode Hands-On Learning” ini didanai oleh Yayasan Mercubaktijaya melalui hibah tahun 2025.

Kegiatan berlangsung sejak 25 Agustus hingga 30 September yang dilaksanakan oleh tiga dosen, Nur Fadjri Nilakesuma, Bd., M.Keb selaku ketua tim bersama Novria Hesti, S.SiT., M.Keb dan Gina Muthia, S.Si.T., M.Keb.

Mereka dibantu oleh empat mahasiswa S1 Kebidanan: Nazla Salma Anjahra, Iksa Oktavia Rahmadani, Nanda Mutiara Alma, dan Citra Intan Permata.

Program ini mendapat dukungan dari Wali Nagari Barulak Azisman Dt. Sati Nan Panjang, tenaga kesehatan Pustu Barulak Mulfareni, dan kader kesehatan Mimi Fianora.

Menurut Mimi Fianora, isu kesehatan payudara masih dianggap tabu di Barulak, sehingga banyak perempuan yang enggan membicarakan atau memeriksakan diri.

“Banyak wanita usia subur di sini yang terkena kanker payudara. Sebagian bahkan meninggal dunia karena tidak tahu pentingnya teknik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI),” ujarnya.

Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdi menerapkan metode hands-on learning agar peserta dapat belajar melalui praktik langsung.

Mereka mempelajari teknik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) menggunakan phantom payudara yang dirancang khusus.

Tim Dosen Universitas Mercubaktijaya berdiskusi dengan kader kesehatan saat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar.

“Dengan praktik langsung, rasa malu perlahan hilang. Peserta menjadi lebih percaya diri mengenali perubahan pada tubuhnya,” kata Ketua Tim, Nur Fadjri Nilakesuma.

Hasil evaluasi menunjukkan, 80 persen peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan SADARI berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Angka itu membuktikan efektivitas metode praktik langsung dibandingkan ceramah konvensional.

Untuk menjaga keberlanjutan program, tim menyerahkan booklet SADARI dan phantom payudara kepada kader kesehatan agar edukasi terus berjalan di tingkat posyandu.

“Kami ingin kader menjadi agen perubahan yang meneruskan pelatihan ini di masyarakat,” tambah Novria Hesti.

Tim juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Mercubaktijaya, Rektor Universitas Mercubaktijaya, Wali Nagari Barulak, tenaga kesehatan Pustu, kader posyandu, dan mahasiswa yang berperan aktif selama kegiatan.

Dengan pembekalan pengetahuan dan keterampilan ini, perempuan Nagari Barulak diharapkan lebih sadar terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara serta mampu menjaga kesehatan diri dan keluarganya. (ak)

Related posts

UNP Gelar Pengabdian Masyarakat ‘Bilih-Peduli’ di Tanah Datar

Pemko Payakumbuh Dukung PSDKU UNP Cetak SDM Unggul Daerah

Wako Ramadhani Ajak Pelajar Persiapkan Masa Depan