PADANG, KP – Kepala MAN 3 Padang Plus Keterampilan, Afrizal secara resmi meluncurkan program penerapan agenda ibadah siswa, di lapangan upacara madrasah, Rabu (9/8). Program yang diketuai Siril Firdaus itu nantinya bakal diawasi langsung oleh guru PAI terhadap siswa dalam rangka pembentukan karakter mereka.
Peluncuran program agenda ibadah siswa itu ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh siswa diwakili Ketua OSIM Abdurahman Al Bakri dan perwakilan orang tua siswa di hadapan seluruh warga madrasah.
Afrizal dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas program yang digagas kelompok kerja guru PAI dalam upaya membentuk siswa yang berkarakter dan berbudi pekerti yang baik. Menurutnya, melalui program ini diharapkan ibadah siswa dapat terjaga, seperti salat wajib lima waktu serta dibarengi dengan kegiatan tahfizd.
Dijelaskannya, kegiatan ibadah juga merupakan salah satu butir penilaian dalam Evaluasi Diri Madrasah (EDM) yang harus terprogram, teragenda, dan terdokumentasi dengan baik.
PENA PORA
Pada kesempatan itu, MAN 3 Padang juga mengadakan upacara sakral Pena Pora bagi siswa takhassus yang dipimpin kepala madrasah Afrizal. Pena Pora merupakan pelepasan secara hormat siswa takhassus ke kelas reguler karena yang berrsangkutan dinilai tidak mampu atau tidak layak mengikuti program takhassus.
Di antaranya melakukan pelanggaran berat terhadap aturan program takhassus, nilai yang tidak mencapai standar, tidak disiplin, hingga hafalan Al-Qur’an yang tidak mencapai target. Setelah keluar dari kelas takhasus, siswa yang bersangkutan akan masuk kelas reguler dengan memiliki hak yang sama dengan siswa reguler. Tiga siswa takhassus yang dilepas ke kelas reguler pada kesempatan itu berasal dari kelas XI.
Kepala MAN 3 Padang Afrizal berpesan kepada siswa yang ‘tereliminasi’ dari program takhassus agar tidak patah semangat. Sebaliknya, teruslah belajar dengan rajin dan tingkatkan prestasi.
“Jangan lepaskan korsamu semasa di program takhassus dan tetaplah menjadi pribadi yang teladan di hadapan teman-teman. Kepada taruna dan taruni yang masih aktif di takhassus, teruslah giat dengan kebersamaan dan saling mengingatkan agar tidak terkena pena pora,” kata Afrizal. (ak/*)
