PADANG, KP — Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Pemancungan, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Kamis pagi (9/10). Sebanyak 19 rumah warga hangus terbakar, dengan total 28 kepala keluarga (KK) atau sekitar 140 jiwa terdampak.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran diterima pukul 10.51 WIB. Hanya satu menit kemudian, tim Damkar langsung bergerak dan tiba di lokasi enam menit kemudian.
“Kami tiba sekitar pukul 10.57 WIB setelah menempuh jarak sekitar 12 kilometer,” ujarnya.
Ia menjelaskan, api cepat membesar karena lokasi merupakan permukiman padat dengan akses jalan sempit. Dugaan sementara, kebakaran berasal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi, lalu api menjalar ke rumah warga.
Damkar mengerahkan 15 unit armada dan 120 personel dari Pleton C, dibantu unsur TNI, Polri, PMI, Satpol PP, dan PLN. Petugas sempat kesulitan menjangkau titik api karena akses terbatas, namun berkat koordinasi cepat, api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke 15 bangunan lain.
“Sumber api masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara berasal dari pembakaran sampah,” tambah Rinaldi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun satu warga mengalami patah tulang akibat melompat dari lantai dua rumah untuk menyelamatkan diri. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Kapolsek Padang Selatan, AKP Yudarman, menyebut seluruh korban merupakan warga Kelurahan Pasa Gadang, mayoritas berprofesi sebagai buruh harian lepas. Polisi telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami juga menertibkan arus lalu lintas dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan korban,” ujarnya.
Berikut nama-nama pemilik rumah yang menjadi korban kebakaran:
Ferdian (35), Armen (38), Rena (46), Acin (52), Soflan (67), Ade Yosep (29), Ade Ali (42), Roby (40), Ahmad Syaipudin (36), Nofrizal (50), Aprizal (39), Andri Salido (37), Heriyadi Afandi (45), Habdi (33), Gusniati (65), Andre (40), Alizar (61), Junaidi (39), dan Ratna Ermayani (44).
Sementara itu, BPBD Kota Padang telah mendirikan tenda darurat di lokasi kejadian. Kepala BPBD, Hendri Zulviton, menyatakan satu tenda besar telah disiapkan untuk menampung warga terdampak.
“Tenda akan disesuaikan dengan kebutuhan warga. Jika diperlukan, kami siap menambah jumlahnya,” katanya.
Selain tenda, BPBD juga menyalurkan bantuan perlengkapan keluarga (family kit) dan kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah Kota Padang memastikan bantuan lanjutan segera disalurkan melalui koordinasi terpadu bersama Damkar, BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, KSB Padang Selatan, dan masyarakat sekitar. (ant)