LIMAPULUH KOTA, KP – Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resort Harau, bersama masyarakat setempat, Polsek Suliki, Satpol-PP, serta walinagari dan jorong, melakukan pemasangan perangkap atau kerangkeng besi di lahan pertanian masyarakat di Jorong Pua Data, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa siang (21/1).
Pemasangan perangkap ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya lebih lanjut menyusul informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan harimau yang berkeliaran dan memangsa hewan peliharaan, seperti kambing dan anjing, dalam beberapa hari terakhir. Jejak kaki harimau juga ditemukan di ladang cabai milik warga di beberapa jorong di Kecamatan Gunuang Omeh.
Seorang petani cabai, Dila, mengungkapkan bahwa ia telah menemukan jejak yang diduga berasal dari kaki harimau di ladang cabainya sejak Sabtu lalu. “Setiap pagi, saya melihat jejak kaki yang diduga milik harimau di ladang cabai saya. Jejak itu terus bertambah dari satu tempat ke tempat lain hingga Selasa ini,” ujarnya.
Dila menambahkan, meskipun sering melihat jejak tersebut, ia belum pernah melihat langsung sosok harimau tersebut. “Saya belum pernah melihat harimau itu secara langsung,” tuturnya.
Keberadaan harimau yang diduga berkeliaran di Kecamatan Gunuang Omeh menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Bahkan, pihak sekolah memilih untuk meliburkan Sekolah Dasar (SD) di Jorong Palangki Tangan sejak Senin (20/1). “Sekolah diliburkan sejak Senin lalu,” ujar Wanda Wenda Prananda, Walinagari Jorong Palangki Tangan.
Sementara itu, Kepala BKSDA Resort Harau, Martias, yang berada di lokasi pemasangan perangkap, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah jejak kaki yang ditemukan di kebun masyarakat benar-benar milik harimau Sumatera. “Namun, berdasarkan pengamatan kami di lapangan, kami menduga ada dua kemungkinan,” katanya, didampingi Kapolsek Suliki, Iptu Doni, Camat Gunuang Omeh, Apri Yulianto, dan Kasat Pol-PP Kabupaten Limapuluh Kota, Deddy Permana.
Martias menjelaskan bahwa dua kemungkinan tersebut adalah jejak kaki harimau Sumatera atau jejak kaki harimau dahan. “Di kebun cabai, kami menemukan jejak yang menunjukkan bekas kuku pada plastik polybag. Namun, untuk memastikan, kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut,” tambahnya. Pemasangan perangkap dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat, dan Martias meminta warga untuk tetap tenang dan waspada. (dst)