SMAN 2 Kota Solok Terbakar

SMAN 2 Kota Solok Terbakar

SOLOK, KP – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kota Solok yang berada di Telaga Biruhun, Simpang Rumbio, terbakar Rabu dinihari (19/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian itu, namun dua ruang laboratorium komputer, dua ruang belajar, dan satu ruang OSIS yang berada dalam satu atap hangus terbakar.

Api berhasil dipadamkan setelah empat unit armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solok dan satu unit armada Damkar Kabupaten Solok tiba di lokasi. Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterangan warga sekitar, api pertama kali muncul dari ruang laboratorium komputer dan menjalar ke ruangan lainnya dengan cepat.

Menurut warga, ini adalah peristiwa kebakaran pertama sepanjang sejarah SMAN 2 Kota Solok berdiri sejak tahun 1980. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan bagi warga sekitar, terutama para pelajar dan alumni sekolah. Mereka berharap agar upaya pemulihan dan perbaikan dilakukan segera untuk memulihkan kondisi sekolah itu.

Kasi Evakuasi Damkar Kota Solok Baswandi mengungkapkan pihak kepolisian dan pihak berwenang lainnya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan menentukan jumlah kerugian materil yang dialami SMAN 2 Kota Solok.

“Proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam, dengan pemadaman berlangsung selama satu jam dan pendinginan selama dua jam, sekitar pukul 05.30 WIB. Petugas harus bekerja keras karena api sudah membesar,” terangnya.

Ia mengungkapkan, tim pemadam melibatkan beberapa personel, termasuk Damkar Kota Solok, relawan Damkar Kelurahan Simpang Rumbio, Damkar Kabupaten Solok, BPBD Kota Solok, Satpol PP Kota Solok, unsur Kelurahan Simpang Rumbio, Linmas Simpang Rumbio, dan masyarakat.

Kepala SMAN 2 Kota Solok Ujang Sayuti mengkonfirmasi bahwa ada lima ruangan yang terbakar, yaitu dua ruangan kelas XI, dua ruangan laboratorium, dan satu ruangan OSIS. Menurutnya, kebakaran tersebut juga menghanguskan sekitar 70 unit komputer dan empat server internet.

Ia memperkirakan kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah, belum termasuk kerugian pada bangunan itu sendiri.

“Untuk sementara, proses belajar mengajar dialihkan ke ruang laboratorium biologi dan masjid,” katanya. (van)

Related posts

Lembah Anai Kembali Makan Korban: Travel Avanza Terjun ke Jurang, 7 Orang Luka-luka

Satu Rumah di Seberang Palinggam Terbakar, Damkar Berhasil Cegah Api Meluas

Banjir dan Longsor Terjang Pasaman: Satu Orang Tewas, Ratusan KK Terisolasi