TANAH DATAR, KP – Festival Kesultanan Pagaruyung dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, di Istana Silindung Bulan, Pagaruyung, Rabu malam (19/7).
Festival akan berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (21/7). Pembukaan dibuka ditandai dengan pemukulan tontong/kentongan secara serentak oleh Gubernur Mahyeldi, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Rajo Alam Minangkabau Farid Thaib Tuanku Abdul Fattah, Ketua Bundo Kanduang Sumbar Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib, Ketua Umum BMKM Sumatera Selatan Noprizon, dan diiringi peserta lainnya.
Gubernur Mahyeldi mengatakan, festival yang digelar sebagai wadah silaturahmi antar Sapiah Balahan, Kuduang Karatan, Kapak Radai, dan Timbang Pacahan dari Kerajaan Pagaruyung.
“Melalui kegiatan ini akan terjalin silaturahmi yang semakin erat. Maka itu, kita berpesan ke generasi muda untuk melanjutkan silaturahmi ini,” ujarnya.
Gubernur mengatakan, Pemprov Sumbar mendukung sepenuhnya kegiatan itu karena merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan silsilah Minangkabau yang berada di mana-mana. Ia juga berharap berbagai kegiatan di Festival Kesultanan Pagaruyung dapat memunculkan berbagai informasi terkait sejarah Minangkabau.
“Sejarah Minangkabau banyak tersebar di berbagai provinsi, negara dan sebagainya. Ini perlu digali, dikembangkan dan dijadikan buku,” ujarnya.
Sementara, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengapresiasi terselenggaranya Festival Kesultanan Pagarayung yang pertama kalinya diadakan di Kabupaten Tanah Datar. Menurutnya, Kerajaan Pagaruyung sangat termasyur pada masanya dan memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi nusantara hingga ke negara tetangga.
“Menurut informasi yang diperoleh, ada 38 kerajaan tergolong Sapiah Balahan, Kuduang Karatan, 36 kerajaan kecil tergolong Kapak Radai, Timbang Pacahan. Mudah-mudahan kegiatan ini, bisa mempererat tali persaudaraan raja-raja yang datang dari berbagai provinsi dan negara tetangga,” ujar Bupati Eka Putra sembari berharap kegiatan yang sama dapat kembali terlaksana di tahun-tahun selanjutnya,
Di kesempatan itu pula, Ketua Umum BMKM Sumsel Noprizon mengatakan, Festival Kesultanan Pagaruyung digagas untuk melestarikan silsilah kerajaan Minangkabau.
Ketua Pelaksana Irwansyah Masri mengatakan, selama Festival Kesultanan Pagaruyung, dilaksanakan berbagai kegiatan budaya adat Minangkabau, termasuk seminar bertema silsilah Minangkabau.
Turut hadir di kesempatan itu, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, Anggota DPRD Sumbar Budiman Dt. Malano Garang, Ketua Penasehat Gebu Minang H. Fasli Jalal, Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar, Ketua TP-PKK Tanah Datar Lise Eka Putra, Ketua GOW Patty Richi Aprian, dan tamu udangan lainnya. (nas)