TANAH DATAR, KP – Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2022 kepada DPRD setempat dalam sidang paripurna dewan, Senin (26/6).
Sidang paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD, H Rony Mulyadi, Dt Bungsu, didampingi oleh Wakil Ketua Saidani dan Anton Yondra. Sidang ini dihadiri oleh forkopimda, pimpinan OPD, camat, wali nagari di Tanah Datar, dan 23 anggota dewan.
Dalam laporannya, Bupati menjelaskan Ranperda yang disampaikan terdiri dari tiga jenis buku. “Ranperda ini disajikan dalam tiga jenis buku, yaitu nota pengantar tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022, nota tersebut memuat laporan keuangan yang telah diaudit oleh BPK RI dan laporan keuangan BUMD, serta Ranperda tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022,” ujarnya.
Bupati menyebutkan, pendapatan daerah pada tahun 2022 ditargetkan sebesar Rp. 1,187 triliun, dan tercapai sebesar Rp. 1,173 triliun. “Pendapatan terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 144,522 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp. 1,025 triliun, dan pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 3,883 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, belanja yang telah dianggarkan sebesar Rp. 1,288 triliun, terealisasi sebesar Rp. 1,186 triliun atau sebesar 92,14 persen. “Belanja terdiri dari belanja operasi sebesar Rp. 917,865 miliar, belanja modal sebesar Rp. 112,271 miliar, belanja tak terduga sebesar Rp. 3,005 miliar, dan belanja transfer sebesar Rp. 153 miliar,” terangnya.
Adapun pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan, pengeluaran pembiayaan, dan pembiayaan netto. “Penerimaan pembiayaan berupa penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2021 sebesar Rp. 111 miliar, pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal investasi pemerintah daerah sebesar Rp. 10 miliar lebih, dan pembiayaan netto merupakan selisih antara penerimaan dengan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp. 101 miliar,” tuturnya.
Bupati juga menyebutkan bahwa pada APBD tahun anggaran 2022 terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 13 miliar. “Jika diakumulasikan dengan pembiayaan netto sebesar Rp. 101 miliar lebih, maka diperoleh sisa lebih pembiayaan anggaran tahun 2022 sebesar Rp. 87 miliar lebih,” pungkasnya. (nas)