Buku Satire ‘Lakon Tole’ Segera Diluncurkan

PAYAKUMBUH, KP – Berawal dari keseringan menggerakkan jempol tangan untuk menulis satire di beranda media sosial Facebook, membuat Yudilfan Habib Dt. Monti bersama rekan-rekannya berinisiatif merangkum satire tersebut ke dalam sebuah buku.

Pada Jumat lalu (14/7), buku yang berisikan tulisan satire sosial, sejarah, dan politik berjudul ‘Lakon Tole’ itu sampai di Balai Wartawan Luak Limopuluah. Buku itu diserahkan langsung oleh penulisnya dan diterima Sekretaris Balai Wartawan, Aking Romi Yunanda didampingi wartawan senior Dodi Sastra serta disaksikan belasan wartawan lainnya.

“Ini kita berikan khusus untuk perpustakaan Balai Wartawan. Insya Allah, buku Lakon Tole akan kita luncurkan awal Agustus 2023 mendatang di Folka Cafe. Saat ini kita baru menyebarkan 20 buah buku saja,” sebut pria yang memiliki nama pena Engku Syntal tersebut.

Sampul depan buku tersebut didesain secara sederhana dengan foto sang penulis tampil bak lukisan. Di bagian atas tertempel judul buku tersebut dengan tulisan ‘Lakon’ berwarna putih dan ‘Tole’ memiliki empat warna. Masing-masing huruf ‘Tole’ memiliki perbedaan warna, yakni merah muda, biru, hijau dan kuning. Lalu di bagian bawah terdapat nama penulis, Engku Syntal berwarna putih.

Buku yang diterbitkan Fahmi Karya itu terdiri dari 135 halaman serta memiliki 5 bab, yakni Deklamasi, Perangai Dasar, Ciloteh, Kucing-kucingan, dan Perih Bahasa. Setiap bab memiliki sindirian-sindiran tersendiri terhadap hal-hal yang terjadi di ‘Republik Manduliyah’.

“Sebenarnya tidak pernah terbayangkan tulisan ringan yang saya tuliskan di Facebook ini menjadi sebuah buku,” kata Yudilfan Habib yang sehari-hari tinggal di Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Terkumpulnya tulisan-tulisan ini berkat kegigihan Feni Efendi dalam mengepul dan menyusun setiap tulisan saya di FB. Juga berkat Iyut Fitra yang ‘mengasung-asung’ agar saya menerbitkan buku bertajuk ‘Lakon Tole’ Republik Manduliyah ini,” tambahnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada rekannya yang lain, seperti ljot Goblin, penggodok sampul buku, Irman Syah, Syofiardi Bachyul Jb, dan Komunitas Puisi Tanah Rawa yang ikut andil dalam terbitnya buku tersebut.

“Saya dan Syofiardi Bachyul Jb belum pernah bertemu. Namun beliau telah meluangkan waktunya untuk menulis kata pengantar bagi Lakon Tole ini. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih,” katanya.

Menurutnya, peluncuran buku Lakon Tole pada tahun 2023 juga dalam rangka menyikapi revolusi kondisi saat ini. Ia menilai, masyarakat tengah dihadapkan pada proses kontestasi politik yakni Pemilihan Umum (pemilu) serentak yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang.

“Dari peluncuran buku ini, semoga tumbuh lagi harapan-harapan lewat literasi, seni, dan pemikiran yang gemilang,” pungkasnya. (dst)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun