Dinas Pertanian Gencarkan Teknologi Pembuatan Biosaka

PADANG, KP – Dinas Pertanian Kota Padang terus menggeliatkan penggunaan bahan alami dalam membudidayakan pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan sosialisasi pembuatan biosaka.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat menyampaikan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan yang ramah lingkungan dapat dilakukan dengan cara pengendalian hayati, lebih aman dibandingkan menggunakan pestisida.

“Tujuan dari kegiatan ini tentunya dalam rangka pelatihan pembuatan biosaka, karena mengingat nenek moyang kita memanfaatkan alam untuk menanggulangi kelangkaan pupuk,” ungkapnya saat bersama petani di kawasan Air Pacah, Senin (8/5).

Ia menjelaskan, pengendalian secara alami diharapkan terjadi keseimbangan dalam ekosistem. Sehingga keberadaan organisme penganggu tumbuhan tidak menimbulkan kerugian secara ekonomis.

“Biosaka ini alami, kelebihannya bisa mengurangi penggunaan pupuk sekitar 50 persen, sehingga penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi,” lanjut Syahrial.

Menurutnya, biosaka adalah teknologi murah dan bahannya mudah didapat oleh kelompok tani.

Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikura Provonsi Sumatra Barat yang telah bekerja sama mensosialisasikan pembuatan biosaka kepada 19 kelompok tani atau 475 orang petani di 7 kecamatan yang ada di Kota Padang.

Syahrial juga berharap agar penggunaan biosaka dapat dilakukan secara terus-menerus oleh petani karena dapat meningkatkan nilai produksi.

Sementara, penemu biosaka, Muhammad Ansar dalam kesempatan tersebut langsung mempraktikan pembuatan biosaka di hadapan para petani.

“Biosaka dibuat dengan bahan dasar beragam rumput dan dedaunan yang ada di sekitar area pertanian,” ujarnya.

Ansar menjelaskan, rumput yang digunakan harus rumput yang sehat dan tidak tercampur bahan kimia. Rumputnya pun harus minimal ada 5 jenis. Kemudian rumput tersebut dicampur air dan diremas hingga menghasilkan cairan hijau pekat. Cairan itulah yang dimasukan ke alat dan disemprotkan ke area pertanian. (mas)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun