Jika Tol Padang-Pekanbaru Tidak Selesai akan Sangat Buruk Terhadap PE Sumbar

BUKITTINGGI, KP – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi, mengungkapkan kekhawatirannya tentang dampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Sumbar jika tol Padang-Pekanbaru tidak selesai.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Supardi pada acara pembukaan pilar-pilar sosial angkatan IV di Kabupaten Limapuluhkota, yang berlangsung pada Kamis (8/6) di salah satu hotel di Kota Bukittinggi.

Menurut Supardi, Sumbar saat ini menghadapi berbagai persoalan sosial, salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang kurang berkualitas. Provinsi Jambi dan Bengkulu sudah berada di atas Sumbar dalam hal pertumbuhan ekonomi, dengan Jambi fokus mengembangkan sektor perkebunan yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonominya. Hasil produksi perkebunan dari Jambi dan Bengkulu bahkan telah merambah ke Sumbar dengan harga yang lebih murah. Oleh karena itu, Supardi menekankan perlunya perhatian dari semua pihak, termasuk unsur kemasyarakatan, terhadap persoalan ini.

Kualitas pertumbuhan ekonomi yang rendah akan berdampak pada sejumlah kondisi sosial, seperti tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatnya kenakalan remaja dan tingkat kriminalitas di masyarakat.

Selain itu, Supardi juga menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak negatif penyalahgunaan narkoba (Napza) di tengah masyarakat, termasuk praktik “ngelem” yang marak dilakukan oleh kalangan remaja. Menurut Supardi, bahaya dari “ngelem” bahkan lebih besar daripada bahaya narkoba karena dapat merusak otak.

Supardi juga mengangkat isu perilaku menyimpang seperti LGBT, yang angka prevalensinya di Sumatera Barat termasuk tertinggi di Indonesia. Ia menyatakan bahwa perilaku tersebut melanggar norma-norma yang ada dalam masyarakat.

Data dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada tahun 2022 menunjukkan bahwa Jambi dan Bengkulu mengungguli Sumbar dalam hal pertumbuhan ekonomi. Daya saing Sumbar berada di posisi ke-18 di Indonesia, lebih tinggi daripada Riau namun kalah dari Jambi dan Bengkulu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahun 2022, ekonomi Sumbar tumbuh sebesar 4,36 persen, yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2021 yang tumbuh sebesar 3,29 persen. Pada triwulan IV-2022 dibandingkan dengan triwulan IV-2021, ekonomi Sumbar juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,15 persen (year-on-year/y-on-y). Namun, pertumbuhan ekonomi sebesar 4,36 persen tersebut masih di bawah angka rata-rata nasional sebesar 5,31 persen.Sementara itu Sampurno Kasi PSPPKM dan KAT, Dinas Sosial Provinsi Sumbar juga mengatakan, kegiatan Pertemuan Pilar-Piliar Sosial angkatan pertama dengan peserta yang terdiri dari unsur kemasyarakatan seperti Taggana, PSM,  LKS,Karang Taruna, PKH. Jumlah peserta pada kegiatan ini juga 100 orang.

” Terimakasih kepada Ketua DPRD Sumbar yang telah mengalokasikan anggaran pokok-pokok pikiran, untuk mengadakan acara ini. Hal itu berangkat dari keresahan terhadap fenomena sosial yang terjadi,” katanya. (fai)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun