LIMAPULUH KOTA, KP- Pemukulan gandang tambua oleh Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah bersama Bupati Limapuluh Kota Safaruddin dan unsur forkopimda menandai dimulainya Pekan Budaya Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2023.
Event tersebut diselenggarakan seminggu penuh, dimulai Senin (7/8) hingga Sabtu (12/8), di Komplek Kantor Bupati di kawasan Bukik Limau, Sarilamak, Kecamatan Harau.
Terakhir kali diselenggarakan tahun 2019 dan sempat terhenti karena pandemi covid-19, pekan budaya akan menampilkan berbagai seni dan budaya yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Tidak hanya itu, berbagai stand dari OPD, instansi, BUMN/BUMD, dan UMKM ikut memeriahkan festival tahunan tersebut. Pekan Budaya tahun ini juga diikuti sejumlah perwakilan Ikatan Pertumbuhan Keluarga Minang Negeri Sembilan.
Bupati Safaruddin dalam sambutannya menyampaikan, pekan budaya diharapkan mampu meningkatkan eksistensi nilai-nilai budaya Minangkabau pada perkembangan zaman dan era globalisasi saat ini.
“Melalui sejumlah perlombaan dan festival yang diselenggarakan seminggu penuh diharapkan akan mambangkik batang tarandam dan memperkuat kembali nilai-nilai budaya Minangkabau bagi masyarakat terutama generasi muda,” ujar Bupati Safaruddin.
Tak hanya itu, bupati berharap pekan budaya itu terus dijaga dan dikembangkan sehingga menciptakan daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah, mengapresiasi terselenggaranya Pekan Budaya Limapuluh Kota 2023. menurutnya, kegiatan itu menunjukkan komitmen Pemkab Limapuluh Kota dalam melestarikan budaya di masing nagari-nagari.
Ia berharap Pekan Budaya Limapuluh Kota mampu jadi ajang menggali dan melestarikan budaya Minang, baik berupa seni, kuliner, manuskrip, bahasa, hingga pengetahuan tradisional.
“Semoga Pemkab Limapuluh Kota konsisten menyelenggarakan pekan budaya setiap tahun dan memberikan efek berganda kepada adat, budaya, pariwisata, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Syaifullah.
Pembukaan festival budaya tersebut juga disemarakkan dengan parade budaya tradisional dari berbagai nagari dari 13 Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota. (dst)