Sudah Hampir Sebulan Traffic Light Ulak Karang Mati

PADANG, KP – Lampu pengatur lalu lintas atau traffic light di simpang Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, sudah hampir sebulan mati. Kondisi itu membuat pengguna jalan resah karena arus lalulintas jadi tidak terkendali.

Jhoni (27 tahun) salah seorang pengendara yang melintas di kawasan itu mengungkapkan, lampu merah tersebut terpantau tidak menyala sejak tiga pekan terakhir.

“Akibatnya, arus lalu lintas jadi semrawut. Bahkan, pada pagi hari selalu macet, begitu pula pada sore hari,” ujarnya kepada KORAN PADANG, Rabu (13/9)

Warga lainnya, Desi (24 tahun) juga mengungkapkan hal yang sama. Dikatakannya, sekitar dua hari lalu hampir terjadi kecelakaan di persimpangan itu yang melibatkan pengendara motor dan mobil.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Ances Kurniawan saat dihubungi via ponselnya mengaku sedang cuti dan mempersilakan untuk menghubungi Kabid Lalu Lintas, Andre.

Sementara, ketika dikonfirmasi Andre mengaku pihaknya sudah berusaha memperbaiki namun secara teknis ada alat yang harus diganti dan alat itu harus dipesan ke Jakata.

“Kita sudah berusaha memperbaiki namun ada alat yang harus diganti. Alat itu harganya puluhan juta rupiah dan harus dipesan dulu ke Jakarta,” ungkapnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di simpang empat bypass Lubuk Minturun. Traffic light yang berada di persimpangan itu juga mati sejak hampir sepekan terakhir. Padahal, arus lalulintas di ruas jalan itu sangat padat. Bahkan, dilewati kendaraan besar seperti truk kontainer hingga truk tangki. Kondisi itu membuat warga yang khawatir karena dapat memicu terjadinya kecelakaan. (son)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun