PAINAN, KP – Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memiliki potensi pariwisata bahari yang sangat menarik, terutama dengan kawasan wisata Mandeh yang telah dikenal secara luas hingga mancanegara. Gugusan pulau-pulau yang terhampar di Mandeh menarik banyak wisatawan untuk mengunjungi dan menikmati keindahannya.
Meski kawasan Mandeh telah mendapatkan tempat pada industri pariwisata nasional hingga internasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel terus melakukan pengembangan wisata di berbagai kawasan untuk pemerataan objek yang nantinya akan berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat.
Secara geografis Kawasan Mandeh, yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, menawarkan tidak hanya pemandangan laut dan pantai yang indah, tetapi juga hamparan perbukitan dan hutan bakau. Selama perjalanan menuju tempat-tempat wisata di Mandeh, pengunjung dapat melihat kehidupan sehari-hari masyarakat nelayan yang tinggal di sana.
Hingga sekarang kawasan Mandeh yang memiliki luas lebih kurang 18.000 hektare, terus dikembangkan dengan mengandeng seluruh unsur termasuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) hingga investor. Untuk mengakomodir kenyamanan wisatawan, kawasan Mandeh telah memiliki sejumlah penginapan yang representatif, salah satunya Pandan View.
Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan melalui Kabid Pariwisata, Gunawan menjelaskan bahwa daya tarik utama Pessel bagi wisatawan adalah wisata baharinya. Di mana daerah ini memiliki banyak pulau, seperti di Kawasan Mandeh ini.
“Kawasan Mandeh menawarkan berbagai kegiatan seperti kapal wisata ke pulau-pulau, click jumping dari Pulau Sironjong, mandi air terjun, snorkeling, dan diving. Semua kegiatan tersebut dipandu oleh komunitas lokal,” terang Gunawan, saat menerima kunjungan Famtrip Dinas Pariwisata Sumbar, Senin (4/3) di Pandan View Mandeh.
Gunawan menambahkan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke objek wisata bahari di Kawasan Mandeh ini, dibutuhkan upaya meningkatkan kesadaran wisata masyarakatnya.
“Alhamdulillah sejak dibuka aksesnya jalan ke Kawasan Mandeh, masyarakat yang dulunya hidup di pedalaman ini mulai transisi dari masyarakat nelayan menuju masyarakat sadar wisata. Dengan meningkatnya kunjungan ke kawasan wisata ini, tingkat keramahan masyarakat mulai meningkat,” terang Gunawan.
Selain Kawasan Mandeh, Pessel memiliki tiga kawasan destinasi utama lainnya, yaitu Pantai Carocok, Lengayang, dan Rumah Gadang Mande Rubiah.
“Destinasi wisata utama ini didukung oleh kawasan strategis penyangga, seperti objek wisata Jembatan Akar, ada Timbulun di Carocok, ada Nyiur Melambai, Hutan Saridano di arah Selatan, Pasir Putih. Di Mande Rubiah jadi destinasi wisata budaya. Ini potensi untuk dikembangkan,” terangnya.
Sementara, khusus di Kawasan Mandeh ada dua destinasi, yakni, dari Puncak Mandeh sampai ke Sungai Nyalo hingga Sungai Pinang, yang diarahkan jadi kawasan wisata pariwisata partisipatif massif. Di mana, masyarakatlah yang lebih didorong pro aktif melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis). Sementara, kawasan wisata Bukit Ameh, Kapo-kapo, Pulau Cubadak, jadi kawasan ekonomi khusus padat modal bagi investor.
Untuk pengembangan objek wisata di Pessel, Pemerintah Kabupaten sedang menyiapkan rencana detail tata ruang (RDTR) guna memperjelas penzonasian daerah. RDTR ini diharapkan dapat menarik minat investor untuk mengembangkan kawasan wisata di Pessel. Sebelumnya sudah ditindaklanjuti Pemprov Sumbar.
Namun, sempat ada kendala, RDTR menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten, sehingga dipulangkan kembali kepada Dinas RTRW Kabupaten Pessel, untuk melanjutkan RDTR yang sudah dimulai Pemprov Sumbar.
“Jika RDTR ini selesai, maka kita bisa ekspos potensi kawsan yang bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata kepada investor,” terangnya.
Dengan meningkatnya kunjungan ke kawasan wisata di Pessel, Pemkab Pessel juga berupaya meningkatkan pelayanannya.
Pemkab Pessel telah memiliki pusat informasi pariwisata di Kawasan Pantai Carocok. Di sana juga memiliki fasilitas umum, seperti kafe, parkir, musala dan lainnya. Namun, sejak pandemi Covid-19, fasilitas pusat informasi tersebut tidak beroperasi lagi. Hal ini dikendalakan karena keterbatasan anggaran.
Meski demikian, untuk wisata pulau seperti Pulau Kapo-kapo bisa diakses melalui Pantai Carocok dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang memiliki operator kapal boat yang disediakan oleh pokdarwis.
“Juga di pulau lain seperti Pulau Pagang, Pulau Bintangor, Swarna Dwipa dan Pulau Setan juga disediakan paket-paket wisata yang disediakan operator wisata. Pelaku wisata dan operator boat sudah terkoneksi dengan paket-paket wisata yang disediakan. Mereka sudah paham. Untuk keselamatan penumpang, Pemkab Pessel sudah kerjasama dengan asuransi PT Jasa Raharja,” terangnya. (fai)