SEBUAH nagari biasanya memiliki ciri khas tersendiri, misalnya kuliner, tradisi, maupun objek wisata. Namun, salah satu nagari di Kabupaten Sijunjung punya paket lengkap. Sisawah, demikian nama nagari yang berada di Kecamatan Sumpur Kudus ini.
Nagari Sisawah memiliki luas wilayah 70 kilometer persegi atau sekitar 12,08 persen dari luas wilayah Kecamatan Sumpur Kudus. Jarak dari kantor wali nagari ke ibukota kecamatan adalah 34 kilometer dan ke ibukota kabupaten Muaro Sijunjung mencapai 77 kilometer. Sementara, jarak dari nagari ini ke ibukota Provinsi Sumbar, Kota Padang adalah 156 kilometer.
Nagari Sisawah berpenduduk 3.112 jiwa yang dilintasi sungai Batang Sumpur ini memiliki 7 jorong, yakni Jorong Koto, Koto Baru, Subalin, Kabun, Sungai Tampang, Simawik, dan Jorong Rumbai.
Nagari Sisawah memiliki keindahan alam yang sangat potensial jadi destinasi wisata andalan. Objek wisata yang ada di Nagari Sisawah didukung oleh kebersihan alamnya yang masih terjaga. Alam di nagari ini sangat sejuk karena dikelilingi pepohonan besar nan menghijau, hamparan sawah yang luas, dan dialiri oleh sungai berair jernih.
Nagari Sisawah juga terkenal dengan julukan 1000 ngalau (goa). Ngalau-ngalau tersebut masih sangat asri dan menarik. Selain itu, sungai Batang Sumpur yang melintasi nagari ini cocok untuk wahana olahraga arung jeram/fun tubing. Juga terdapat area kemah, spot untuk menikmati sunrise dan sunset, serta area bebatuan hingga air terjun Lubuk Pendakian. Air Terjun Lubuak Pandakian ini airnya cukup jernih dan di bawahnya terdapat tiga lubuk yang dalam dengan air yang sangat dingin.
Selain keindahan alam, Nagari Sisawah juga memiliki makanan khas. Kebanyakan orang mungkin hanya tahu kalau rendang hanya dibuat dari daging sapi. Namun, di Nagari Sisawah terdapat makanan khas Rendang Bilalang. Rendang Bilalang adalah olahan rendang dengan menggunakan daging belalang.
Masyarakat setempat biasa menangkap belalang untuk dijual kembali maupun diolah menjadi rendang. Makanan ini menjadi salah satu favorit masyarakat setempat karena halal (Fatwa MUI Nomor Kep-13/MUI/IV/Tahun 2000), harganya yang murah, serta rasanya yang gurih seperti udang.
Selain randang bilalang, ada juga rendang pucuk ubi. Rendang pucuk ubi memliki daya tahan yang lama. Selain itu di nagari ini juga terdapat makanan godok tampin dan minuman sarobat. * (Taris Pratama, dkk – Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol Padang)