Gambar: https://www.freepik.com/free-vector/silhouette-crowd-people-with-flags-banners-manifestation_3524134.htm#fromView=search&page=1&position=0&uuid=c4731d6e-6c71-4eee-95c3-d6461bb00d02
Oleh
Lamirza Rasyid Mikzy Febrian, Haifa Nadia Salsabila, Faiza Aslamah, Dinda Fajrina Rahman, Hagil Alghufron Renato
Mahasiswa Universitas Andalas
Generasi muda adalah harapan bangsa. Mereka adalah penerus cita-cita bangsa dan pembawa obor kemajuan bangsa di masa depan. Namun, di era globalisasi ini, muncul kekhawatiran bahwa rasa nasionalisme di kalangan generasi muda mulai memudar. Hal ini merupakan sebuah ancaman serius bagi masa depan bangsa Indonesia.
Tidak diragukan lagi bahwa hampir seluruh generasi muda telah terpengaruh oleh gelombang globalisasi, dengan teknologi memainkan peran penting dalam semua aspek kehidupan mereka. Globalisasi menyebar dengan cepat di masyarakat Indonesia, terutama di kalangan pemuda. Hal ini menyebabkan perlahan-lahan hilangnya semangat nasionalisme yang seharusnya melekat pada mereka.
Globalisasi telah mengubah segalanya, bahkan aktivitas dan karakter manusia, termasuk nasionalisme generasi muda. Perkembangan globalisasi yang pesat telah mengurangi rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal, menyebabkan preferensi mereka beralih kepada budaya asing, seperti lebih memilih menari dance daripada tarian tradisional khas daerah. Mereka juga enggan mengikuti upacara tradisional dan merayakan hari kemerdekaan, namun antusias dalam mengonsumsi hiburan luar melalui teknologi seperti handphone.
Penurunan semangat nasionalisme generasi muda banyak disebabkan oleh kurangnya contoh yang positif dan mendidik dari generasi sebelumnya, yang cenderung mementingkan kepentingan pribadi dan golongan daripada kepentingan bangsa dan rakyat. Kaum tua juga kurang memberikan contoh sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap segala hal. Faktor internal lainnya meliputi ketidakpuasan terhadap pemerintahan pasca reformasi, sikap keluarga dan lingkungan yang tidak mempromosikan nilai-nilai nasionalisme, demokratisasi yang melewati batas etika dan sopan santun, serta perasaan ketertinggalan Indonesia dibandingkan dengan negara lain dalam segala aspek kehidupan. Munculnya etnosentrisme juga berkontribusi pada hilangnya rasa persatuan bangsa di kalangan generasi muda.
Kondisi mental saat usia remaja berada dalam fase yang sangat tidak stabil dibandingkan dengan fase anak-anak maupun dewasa. Pada masa ini, remaja cenderung untuk melakukan tindakan-tindakan yang merujuk pada pencarian identitas yang berpotensi menurunkan rasa nasionalisme. Penyebab generasi muda melakukan tindakan tersebut adalah lemahnya kepribadian karena tidak adanya pondasi kepribadian yang kuat, lingkungan pertemanan yang menuntut kesempurnaan dan standar tertentu, penekanan dari orang tua yang bersikap keras, dan kurangnya pendidikan serta informasi mengenai tanah air sendiri. Hal ini diperparah dengan arus globalisasi yang tidak bisa dikendalikan yang membuat wawasan nusantara para remaja semakin sedikit dan tertutupi oleh derasnya budaya luar.
Penurunan Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda: Kaitannya dengan Pancasila
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki lima sila yang mendasari nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Dalam konteks penurunan nasionalisme di kalangan generasi muda, kaitannya dengan Pancasila dapat dilihat dalam dua sila, yaitu Sila Ketiga dan Sila Kelima.
- Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Sila Ketiga, “Persatuan Indonesia”, menekankan pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Dalam konteks penurunan nasionalisme, hilangnya rasa persatuan bangsa di kalangan generasi muda dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap Sila Ketiga. Kondisi ini terjadi karena kurangnya contoh yang positif dan pendidikan yang mempromosikan nilai-nilai nasionalisme. Generasi muda yang terpengaruh oleh globalisasi dan modernisasi cenderung lebih memilih budaya asing daripada budaya lokal, serta tidak memperhatikan upacara tradisional dan hari-hari kemerdekaan. Mereka juga kurang memahami sejarah dan budaya Indonesia, sehingga tidak memiliki kesadaran yang kuat tentang pentingnya persatuan bangsa.
2. Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila Kelima, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan dalam masyarakat. Dalam konteks penurunan nasionalisme, kurangnya pendidikan dan informasi mengenai tanah air sendiri serta kelemahan kepribadian yang disebabkan oleh lingkungan pertemanan yang menuntut kesempurnaan dan standar tertentu dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap Sila Kelima. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat, serta memperlemah rasa nasionalisme di kalangan generasi muda.
Solusi untuk Mengatasi Penurunan Nasionalisme
Penurunan nasionalisme di kalangan generasi muda dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap Sila Ketiga dan Sila Kelima Pancasila, yang menekankan pentingnya persatuan bangsa dan keadilan sosial. Untuk mengatasi penurunan nasionalisme di kalangan generasi muda tersebut, perlu adanya upaya pendidikan yang mempromosikan nilai-nilai nasionalisme dan kesadaran akan pentingnya persatuan bangsa serta keadilan sosial. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dan berperan aktif untuk mengembangkan pendidikan yang memperkuat rasa nasionalisme dan membangun contoh yang positif bagi generasi muda. Upaya-upaya tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, dengan melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Referensi
Hakim, A. N., Dewi, D. A., & Hayat, R. S. (2023). UPAYA PELESTARIAN KEBUDAYAAN INDONESIA PADA ERA GLOBALISASI. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(6), 764-773.
Hendrizal, H. (2020). MENGULAS IDENTITAS NASIONAL BANGSA INDONESIA TERKINI. Pelita Bangsa Pelestari Pancasila, 15(1), 1–21
Lestari, E. Y., Janah, M., & Wardanai, P. K. (2019). Menumbuhkan kesadaran nasionalisme generasi muda di era globalisasi melalui penerapan nilai-nilai Pancasila. ADIL Indonesia Journal, 1(1).
Widiyaningrum, W. Y. (2019). Menumbuhkan nilai kesadaran Pancasila di kalangan generasi muda: Kajian teoritis. JISIPOL| Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(3), 69-78.
https://beritapenajam.net/pudarnya-rasa-nasionalisme-generasi-muda/