LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota, Safni, menutup rangkaian kegiatan Alek Bakajang di Nagari Gunuang Malintang, Senin (7/4). Tradisi budaya yang berlangsung sejak 3 April ini sukses menarik perhatian masyarakat dan semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Safni menegaskan bahwa Bakajang bukan sekadar seremoni lokal, tetapi warisan budaya bernilai tinggi yang telah diakui secara nasional.
“Tradisi ini masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API Awards) 2021 dan meraih Juara 1 untuk kategori Atraksi Budaya Terpopuler. Bahkan, sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kemendikbud RI,” ujarnya.
Ia menyebut, Bakajang memberikan dampak ekonomi signifikan, termasuk pertumbuhan UKM dan ekonomi kreatif. Pemkab berkomitmen menjadikan tradisi ini sebagai sentra wisata unggulan di Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan Kapur IX.
Sementara, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Doni Ikhlas, mendesak agar Pemkab mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung keberlanjutan Bakajang.
“Tradisi ini adalah kebanggaan daerah bahkan nasional. Dukungan anggaran penting untuk mempertahankan eksistensinya,” kata Doni.
Walinagari Pangkalan, Wido Putra, juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan berterima kasih kepada warga yang berkontribusi menyukseskan Alek Bakajang tahun ini.
Turut hadir dalam penutupan, Asisten I Pemprov Sumbar Ahmad Zakri, Dandim 0306/50 Kota Letkol (Inf) Ucok Namara, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Syaiful Wachid, Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota, serta Ketua TP-PKK Limapuluh Kota Asra Yanti Safni. (dst)