LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, menyoroti besarnya anggaran untuk lampu penerangan jalan yang mencapai Rp6 miliar per tahun. Hal itu disampaikannya saat rapat paripurna Hari Jadi ke-184 Kabupaten Limapuluh Kota di gedung DPRD, Minggu (13/4).
Di hadapan anggota DPRD, unsur forkopimda, tokoh masyarakat, hingga Gubernur Sumbar, Bupati Safni menyatakan keheranannya atas perincian anggaran yang disampaikan pihak PLN.
“Saya beberapa hari lalu memanggil PLN dan menanyakan soal lampu jalan. Kata PLN, ada 90 ribu lampu. Saya tanya, berapa anggarannya? Ternyata Rp6 miliar per tahun,” ujarnya.
Menurut Safni, dari 5.000 lampu yang menggunakan kWh meter, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp80 juta per bulan. Sementara untuk sekitar 4.000 lampu tanpa meteran, tagihannya justru lebih dari Rp400 juta per bulan.
“Ini uang yang sangat besar. Kok yang pakai meter malah lebih murah? Kita akan kaji lagi. Saya tidak menuduh siapa-siapa, tapi kalau ada yang salah, tolong diperbaiki,” kata Safni.
Ia menambahkan, keluhan soal penerangan jalan kerap diterimanya dari masyarakat saat Safari Ramadan. Merespons hal itu, ia langsung meminta penjelasan dari PLN dan menelaah regulasi yang berlaku.
“Entah PLN-nya yang salah, atau saya yang salah baca. Ini akan kita pelajari lebih lanjut,” ujarnya kepada wartawan usai paripurna.
Safni juga mengingatkan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha baru menjabat selama 40 hari. Dari masa itu, 10 hari digunakan untuk kegiatan retreat di Magelang, disusul dengan Safari Ramadan, dan kini peringatan HUT ke-184.
“Masih banyak yang harus dibenahi. Kami baru 40 hari memimpin, dan sesuai visi 100 hari kerja, waktu kami tinggal 60 hari. Kami harap semua pihak bekerja sama,” katanya. (dst)