LUBUK SIKAPING, KP — Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian Dalimunte telah menapaki 100 hari kerja, Senin (8/9). Sejumlah program prioritas yang dijanjikan dalam visi Pasaman Bangkit mulai direalisasikan, mulai dari pelayanan kesehatan gratis hingga bantuan pendidikan dan pertanian.
Welly Suhery menyatakan, program 100 hari kerja menjadi pijakan awal dalam mewujudkan pemerintahan yang amanah dan pelayanan publik yang berkualitas. “Sepuluh program unggulan pembangunan Pasaman telah dimulai sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” ujarnya.
Salah satu program prioritas adalah Gerakan Nagari Bangkit (Bangga Memakmurkan Masjid) berbasis Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Program ini bertujuan meningkatkan keimanan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan pelestarian adat istiadat di tengah tantangan teknologi dan digitalisasi.
Ia menambahkan, kegiatan Wirid Remaja Bangkit akan dilaksanakan setiap Senin pekan keempat di masjid dan musala kejorongan. Kegiatan ini didukung pula dengan wirid tarekat melalui majelis zikir. “Selain itu, layanan berobat dan ambulance gratis juga sudah berjalan. Pada 7 Juli lalu, kami meluncurkan 33 unit armada ambulance gratis yang dilengkapi hotline pengaduan HALO SIGAP di nomor 0822-99-6000-40,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, pemerintah juga mendistribusikan bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa baru jenjang SD, SMP, dan MTs/Ponpes. Bantuan ini bertujuan meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong semangat bersekolah. “Total bantuan seragam yang disalurkan bekerja sama dengan BAZNAS mencapai Rp1,17 miliar untuk 5.084 siswa. Program ini akan berlanjut pada 2026 melalui Peraturan Bupati,” kata Welly.
Untuk memperkuat etos kerja aparatur sipil negara, Pemkab Pasaman juga menjalankan program ASN BANGKIT (Bangga Melayani, Berkomitmen, dan Berintegritas). Implementasi program ini dimulai dengan peningkatan disiplin ASN melalui Surat Edaran Bupati Nomor 800/505/BKPSDM/2025, yang mengatur apel, olahraga bersama, dan pengajian rutin.
Di sektor pertanian, Welly mengungkapkan akan meluncurkan program bajak gratis pada November mendatang. Program ini menyasar petani yang terdaftar dalam Simluhtan dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan tujuan mengurangi biaya produksi serta meningkatkan produktivitas. “Bantuan bajak ini diberikan menggunakan aplikasi bajak gratis kepada petani yang memenuhi kriteria,” katanya.
Adapun target menciptakan 1.000 lapangan kerja diwujudkan melalui job fair, pelatihan kerja, program padat karya, dan demplot perikanan milenial. Pemerintah juga mengembangkan program “BeLi Barehku” untuk pengelolaan beras lokal serta memberdayakan UMKM melalui kegiatan “Goes to Equator” dan pendaftaran hak cipta batik Pasaman.
Welly menambahkan, Pemkab Pasaman juga menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari dukungan terhadap target nasional pembangunan tiga juta rumah. “Untuk daerah 3T, kami menyediakan akses internet gratis. Saat ini, masih ada 42 jorong yang belum terjangkau jaringan. Kami targetkan semuanya terkoneksi,” ujarnya.
Pemerintah juga memperbarui data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Di sisi kebencanaan, program Nagari Tangguh Bencana didorong agar setiap nagari mandiri dan tangguh dalam menghadapi bencana. “Seluruh program ini akan terus berlanjut dan dikawal bersama dalam lima tahun ke depan untuk mewujudkan Pasaman yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan,” tutup Well. (nst)